Global7.id – Jepara,
Gelombang protes warga terhadap keberadaan kandang ayam broiler semakin menguat. Spanduk tuntutan penutupan kandang terpasang di sejumlah titik, menjadi simbol kekecewaan warga atas dugaan dampak lingkungan yang tak kunjung terselesaikan.
tokoh PEKAT’ IB’ JATENG 1 ‘ Suprayitno turut angkat suara, menyampaikan kritik tajam kepada seluruh pihak terkait. Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dalam merespons keluhan warga, Senin (30/3/26).
Di tengah perjuangan warga yang berupaya melawan dampak lingkungan dari kandang ayam broiler, kita justru dihadapkan pada pertanyaan besar apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh semua pihak terkait?” tegasnya.
Priyanto secara khusus menyoroti kinerja DPRD Jepara yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, DPRD seharusnya hadir di tengah masyarakat, memastikan penegakan hukum serta perlindungan lingkungan berjalan sebagaimana mestinya.
Apakah pengawasan rutin sudah dilakukan? Atau kursi empuk di gedung dewan lebih menarik daripada jeritan warga? Jangan sampai DPRD hanya tampak ‘tampan’, tapi minim aksi nyata,” sindirnya.
Tak hanya itu, kritik juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan limbah peternakan yang disebut masih mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Pengelolaan limbah yang katanya profesional, apakah hanya sebatas jargon? Jika regulasi sudah ada, mengapa implementasinya lemah? Atau justru ada kepentingan lain yang lebih diutamakan?” lanjutnya.
Priyanto juga menyinggung tanggung jawab pihak peternak. Ia mengingatkan bahwa keuntungan ekonomi tidak boleh mengabaikan dampak sosial dan lingkungan.
Apakah keuntungan sebanding dengan penderitaan warga? Harus ada tanggung jawab untuk mengelola limbah dengan benar. Jika tidak, dampak buruk ini juga akan kembali menghantam usaha mereka sendiri,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Priyanto mengajak warga untuk terus bersuara dan tidak menyerah dalam memperjuangkan hak atas lingkungan yang sehat.
Jangan diam. Dokumentasikan setiap kejadian, catat setiap pertemuan. Pastikan suara warga terus terdengar. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan generasi kita,” pungkasnya.
Dengan semakin kuatnya tekanan dari masyarakat, publik kini menunggu langkah nyata dari DPRD, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil dan transparan.
Salam Perubahan untuk Jepara yang Lebih Baik.
Gerakan Rakyat Desa Ngetuk Bersatu.
G7/AR










