Global7.id – Demak,
Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peristiwa ini membuat aparat kepolisian bergerak cepat dengan memasang garis polisi di area dapur SPPG yang berada di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, pada Minggu (19/4/2026). Operasional dapur tersebut kini dihentikan sementara.
Koordinator Wilayah SPPG Demak, Muzani Ali, membenarkan bahwa aktivitas dapur dihentikan hingga ada instruksi lanjutan. Ia menyebutkan dapur tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan sejak Februari 2026.
“Betul, sementara berhenti sampai ada surat lagi,” ujarnya.
Dugaan keracunan muncul setelah makanan MBG didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026). Keesokan harinya, para santri mulai mengalami keluhan dan dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban mencapai lebih dari 100 orang yang tersebar di beberapa pondok pesantren. Rinciannya:
Ponpes Bustanul Qur’an: 68 korban (35 dirawat di faskes)
Ponpes Asnawiyah: 97 korban (24 dirujuk ke faskes)
Ponpes Hidayatul Mubtadiin: 10 korban
Ponpes Al Ma’arif: 5 korban
Korban lainnya: 6 orang
Dari total tersebut, sedikitnya 95 santri dilaporkan menjalani rawat inap di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di wilayah Gubug.
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengonfirmasi lonjakan pasien sejak Minggu pagi. Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Heboh! Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan MBG, Puluhan Dirawat, Ini Fakta Terbarunya
Meski begitu, penyebab pasti keracunan masih belum diketahui. Pihak SPPG bersama Dinas Kesehatan Demak tengah melakukan investigasi dan menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya,” kata Muzani.
Baca Juga: Heboh! Puluhan Siswa SMP di Bantul Keracunan Usai Santap MBG, 71 Anak Alami Gejala Serius
Kasus ini menambah daftar kejadian serupa yang melibatkan program MBG di berbagai daerah. Pemerintah daerah pun diminta meningkatkan pengawasan terhadap distribusi makanan, terutama terkait standar kebersihan dan keamanan pangan.
Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan dengan mengamankan lokasi dapur SPPG guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
G7/KMP










