Global7.id – Demak,
Kasus dugaan keracunan massal kembali mengguncang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu MBG yang didistribusikan dapur SPPG.
Peristiwa ini terjadi usai distribusi makanan pada Sabtu (18/4/2026), dengan gejala mulai muncul pada Minggu pagi. Situasi sempat membuat panik pihak pondok pesantren dan tenaga kesehatan karena jumlah korban terus bertambah.
Berdasarkan data dari Puskesmas Kebonagung, jumlah korban tersebar di sejumlah pondok pesantren:
Ponpes Bustanul Qur’an: 68 korban (33 rawat jalan, 35 dirujuk)
Ponpes Asnawiyah: 97 korban (67 rawat jalan, 24 dirujuk)
Ponpes Hidayatul Mubtadiin: 10 korban (ditangani di ponpes)
Ponpes Al Ma’arif: 5 korban (rawat jalan dan rujukan)
Lainnya: 6 korban
Total korban mencapai lebih dari 100 orang, dengan puluhan harus mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Tragedi MBG! 155 Siswa di Anambas Keracunan, Orang Tua Ikut Tumbang Usai Makan Jatah Anak
Banyak Dirawat di Rumah Sakit
Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk:
Puskesmas Kebonagung
RSU PKU Muhammadiyah Gubug
RS Getas Pendowo Gubug
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, menyatakan sebagian korban sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi stabil.
“Yang di puskesmas sempat dirawat 5 orang, setelah stabilisasi sudah boleh pulang,” ujarnya.
Menu MBG Jadi Sorotan
Menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan adalah nasi goreng yang didistribusikan dari dapur SPPG Desa Pilangwetan.
Koordinator wilayah SPPG Demak, Muzani Ali, mengonfirmasi bahwa terdapat 1.484 porsi yang didistribusikan, dengan sekitar 550 porsi terfokus di empat sekolah.
Dari jumlah tersebut:
110 orang mengalami gejala
95 orang sempat dirawat di fasilitas kesehatan
Status KLB, Penyebab Masih Misteri
Pihak SPPG menyebut kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Apakah dari makanan atau faktor lain, kami belum bisa memastikan,” kata Arief.
Investigasi Dinkes Berjalan
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak bersama pihak terkait kini melakukan penelusuran menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan.
SPPG mengklaim seluruh proses sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menariknya, distribusi menu yang sama di desa lain seperti Parigi dan Solowire tidak menimbulkan kasus serupa.
Sorotan Nasional
Kasus ini menambah daftar insiden dugaan keracunan dalam program MBG di berbagai daerah. Publik kini menyoroti kualitas pengawasan dan keamanan pangan dalam program tersebut.
Jika terbukti ada kelalaian, bukan tidak mungkin kasus ini akan berujung pada evaluasi besar-besaran terhadap sistem distribusi MBG secara nasional.
G7/KMP










