Global7.id – Bantul,
Kasus dugaan keracunan massal kembali mencuat di lingkungan sekolah. Kali ini, puluhan siswa salah satu SMP Negeri di Bantul mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini terjadi usai para siswa menyantap menu MBG pada Senin (13/4/2026). Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, serta buah semangka.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, mengungkapkan bahwa gejala mulai dirasakan keesokan harinya.
“Pagi tadi beberapa murid merasakan mual, diare, muntah, dan pusing,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Jumlah Korban Terus Bertambah
Awalnya hanya beberapa siswa yang mengeluhkan kondisi tersebut. Namun, jumlahnya terus meningkat hingga akhirnya pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan membawa para siswa ke fasilitas kesehatan.
Sebanyak 71 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa dan langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas Jetis 2.
“Berdasarkan laporan, ada 71 murid yang diduga mengalami keracunan MBG,” jelas Samsu.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kondisi para siswa kini dilaporkan berangsur membaik.
Tidak Ada yang Dirawat Inap
Kabar baiknya, tidak ada korban yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Seluruh siswa hanya menjalani rawat jalan dan telah dipulangkan.
“Tidak ada yang dirawat inap, semuanya rawat jalan,” tambahnya.
Dinkes Lakukan Penelusuran
Dinas Kesehatan Bantul kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. Penelusuran tidak hanya difokuskan pada satu sekolah, tetapi juga sekolah lain yang menerima suplai makanan dari dapur yang sama.
Diketahui, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyediakan MBG tersebut melayani hingga 25 sekolah di wilayah Bantul.
“Kami masih melakukan pendataan, apakah ada sekolah lain yang terdampak,” kata Samsu.
Baca Juga: Digerebek! Karyawan MBG hingga Pegawai BPBD Pesta Sabu, 9 Orang Diciduk di Mataram
Sorotan Program MBG
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar. Namun, insiden seperti ini memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan kualitas makanan dan distribusinya.
Pihak terkait diharapkan segera mengungkap penyebab pasti kejadian ini, apakah berasal dari bahan makanan, proses pengolahan, atau distribusi.
Waspada Keamanan Pangan di Sekolah
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan, terutama dalam program berskala besar seperti MBG. Pengawasan ketat, mulai dari dapur hingga ke tangan siswa, menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat kini menunggu hasil investigasi resmi dari Dinkes Bantul untuk memastikan keamanan program tersebut ke depannya.
G7/KMP










