Ugal-Ugalan di Jalan Menikung, Mobil MBG Tabrak Pasutri Lansia hingga Terluka Serius

Mobil MBG tabrak pasutri di Tuban usai menyalip di tikungan, kendaraan rusak parah
Mobil MBG tabrak pasutri di Tuban usai menyalip di tikungan, kendaraan rusak parah

Global7.id – Tuban, 

Niat baik menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru tercoreng oleh insiden kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan. Sebuah mobil operasional program tersebut diduga melaju ugal-ugalan hingga menabrak pasangan suami istri di jalan menikung di wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026).

 

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, terlebih karena kendaraan yang terlibat merupakan bagian dari program pemerintah yang seharusnya mengedepankan keselamatan dan pelayanan publik.

 

Kronologi Kecelakaan di Jalan Menikung

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di Jalan Prawirosadir, Desa Leran. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, mobil MBG yang dikemudikan seorang pria berusia 22 tahun diduga mencoba mendahului kendaraan lain di depannya.

 

Namun nahas, kondisi jalan yang menikung membuat pandangan pengemudi terbatas. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri lanjut usia.

 

“Mobilnya memaksakan menyalip di tikungan. Padahal korban sudah menepi ke pinggir jalan, tapi tetap tertabrak,” ujar Rofiuddin, salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

 

Benturan keras pun tak terhindarkan. Suara tabrakan membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan.

 

Korban Terluka, Motor Hancur

Bacaan Lainnya

Pasangan suami istri yang menjadi korban diketahui tengah dalam perjalanan menuju sawah saat kecelakaan terjadi. Akibat insiden tersebut, keduanya mengalami luka serius.

 

Sang istri dilaporkan mengalami luka pada kedua kaki, sementara suaminya mengalami luka dalam yang cukup mengkhawatirkan. Kondisi mereka langsung memicu kepanikan warga sekitar.

 

Sepeda motor yang mereka kendarai mengalami kerusakan parah di bagian depan, menandakan kerasnya benturan yang terjadi. Sementara itu, mobil MBG mengalami kerusakan pada bagian bemper dan kaca depan.

 

Warga yang berada di lokasi segera bertindak cepat. Dengan bantuan ambulans milik desa, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

 

Polisi: Diduga Kurang Konsentrasi

Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Tuban telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kelalaian pengemudi mobil MBG.

 

Menurut keterangan petugas, pengemudi diduga kurang konsentrasi saat berkendara, terutama ketika mengambil keputusan untuk mendahului kendaraan lain di jalur berbahaya.

 

“Pandangan pengemudi terbatas karena posisi jalan menikung. Selain itu, faktor konsentrasi juga menjadi perhatian dalam kasus ini,” ujar salah satu petugas kepolisian.

 

Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga masih mendalami keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

 

Sorotan Keselamatan Program Publik

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pelaksanaan program-program publik di lapangan. Kendaraan operasional, terlebih yang membawa nama program pemerintah, diharapkan dapat menjadi contoh dalam berlalu lintas, bukan justru sebaliknya.

 

Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, baik bagi pengemudi kendaraan pribadi maupun operasional. Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada dampak besar, bahkan mengancam nyawa.

 

Warga pun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Evaluasi menyeluruh terhadap pengemudi dan standar operasional kendaraan program dinilai penting untuk mencegah insiden di masa mendatang.

 

Baca Juga: Heboh! Puluhan Siswa SMP di Bantul Keracunan Usai Santap MBG, 71 Anak Alami Gejala Serius

 

Harapan dan Evaluasi ke Depan

Kecelakaan ini bukan hanya menyisakan luka bagi korban, tetapi juga menjadi refleksi bagi semua pihak. Program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dan evaluasi nyata dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup warga, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

 

G7/KMP

Pos terkait