Heboh! Ratusan Siswa SMAN 7 Kerinci Tolak MBG, Satu Mobil Box Makanan Dikembalikan

Ratusan siswa SMAN 7 Kerinci menolak MBG hingga mobil box makanan dikembalikan 14 April 2026
Ratusan siswa SMAN 7 Kerinci menolak MBG hingga mobil box makanan dikembalikan 14 April 2026

Global7.id – Kerinci, 

Peristiwa penolakan ratusan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh siswa SMAN 7 Kerinci viral di media sosial pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian ini berlangsung di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

 

Dalam video yang beredar luas di TikTok pada hari yang sama, terlihat satu mobil box pengangkut MBG terpaksa membawa kembali ratusan paket makanan karena ditolak oleh para siswa.

 

Siswa Kompak Tolak Menu yang Dinilai Membosankan

Penolakan tersebut dipicu oleh menu yang dianggap tidak variatif. Berdasarkan rekaman video, paket MBG berisi nasi, ayam, dan potongan kecil buah semangka.

 

Seorang guru yang berada di lokasi bahkan terdengar mengatakan bahwa makanan tersebut dikembalikan karena siswa merasa bosan dengan menu yang disajikan.

 

Peristiwa ini menjadi sorotan karena dilakukan secara kompak oleh ratusan siswa dalam waktu bersamaan.

 

Viral di Hari yang Sama, Picu Perdebatan Publik

Video penolakan yang diunggah pada 14 April 2026 langsung menarik perhatian publik dan telah disukai puluhan ribu pengguna media sosial.

 

Bacaan Lainnya

Respons masyarakat pun beragam. Sebagian menilai siswa kurang menghargai program pemerintah, sementara yang lain justru mengkritik kualitas makanan yang dianggap kurang menarik.

 

Bukan Kasus Pertama, Diduga Sudah Berulang

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penolakan menu MBG bukan pertama kali terjadi. Kasus serupa disebut pernah terjadi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, namun tidak semuanya menjadi viral.

Kejadian di Kerinci menjadi perhatian karena skalanya besar dan terekam jelas di media sosial.

 

Evaluasi Program MBG Dinilai Mendesak

Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi siswa kini menghadapi tantangan serius di lapangan. Beberapa aspek yang dinilai perlu dievaluasi antara lain:

Variasi menu harian

Kualitas rasa makanan

Standar penyajian

Kesesuaian dengan selera siswa

Tanpa evaluasi menyeluruh, program ini berpotensi terus mendapat penolakan di berbagai daerah.

 

Baca Juga: Program Makan Gratis atau Proyek Elite? Polemik MBG Jepara Kian Memanas Saat DPRD Diduga Terlibat

 

Penutup: Momentum Perbaikan Program Nasional

Peristiwa pada 14 April 2026 di Kerinci ini menjadi peringatan penting bahwa keberhasilan program nasional tidak hanya bergantung pada konsep, tetapi juga pada implementasi di lapangan.

 

Pemerintah diharapkan segera melakukan pembenahan agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat optimal dan tidak terus menuai kontroversi di masyarakat.

 

G7/KMP

Pos terkait