Gempar! Dukun di Magetan Ngaku “Allah Kedua”, Istri Pasien Jadi Korban Ritual Cabul Berkali-kali

dukun di magetan ditangkap polisi kasus pelecehan berkedok pengobatan
dukun di magetan ditangkap polisi kasus pelecehan berkedok pengobatan

Global7.id – Magetan, 

Kasus kriminal berkedok pengobatan kembali menggemparkan publik. Seorang pria berinisial KS (40), yang dikenal sebagai dukun di wilayah Magetan, Jawa Timur, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan cabul terhadap istri pasiennya sendiri.

 

Yang membuat kasus ini semakin menghebohkan, pelaku mengaku sebagai “Allah Kedua” dan utusan Tuhan untuk meyakinkan korban agar mengikuti semua perintahnya tanpa perlawanan.

 

Kapolres Magetan, Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan bahwa pengakuan tersebut digunakan pelaku sebagai alat manipulasi psikologis. Dengan klaim tersebut, pelaku berhasil membuat korban percaya bahwa semua tindakan yang dilakukan merupakan bagian dari proses penyembuhan dan penghapusan dosa.

 

“Tersangka mengaku sebagai Allah kedua dan utusan yang diutus untuk menyembuhkan penyakit suami korban serta menghapus dosa-dosa korban,” jelasnya, Kamis (2/4/2026).

 

Modus Halus Berkedok Pengobatan

Kasus ini bermula ketika korban berinisial LS (43) membawa suaminya yang menderita stroke untuk berobat kepada pelaku. Dalam beberapa kali pertemuan, pelaku mulai membangun kepercayaan korban melalui ritual-ritual yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit.

 

Seiring waktu, pelaku semakin intens mempengaruhi korban secara psikologis. Ia menyebut dirinya memiliki kekuatan supranatural dan menjadi perantara langsung dari Tuhan.

 

Dengan dalih tersebut, korban yang diliputi rasa cemas atas kondisi suaminya akhirnya mempercayai semua ucapan pelaku. Bahkan, tanpa disadari, korban mulai terjebak dalam manipulasi yang semakin dalam.

Bacaan Lainnya

 

Ritual Menyimpang Berujung Pelecehan

Dalam praktiknya, pelaku tidak hanya melakukan “pengobatan” biasa. Ia mulai mengarahkan korban pada tindakan-tindakan yang menyimpang, termasuk melakukan hubungan badan dengan dalih ritual penyucian.

 

Korban diyakinkan bahwa hubungan tersebut merupakan syarat untuk menghapus dosa dan mempercepat kesembuhan sang suami. Karena percaya, korban menuruti permintaan tersebut meski sebenarnya bertentangan dengan norma.

 

Baca Juga: Berdalih Pengobatan dan Pembuka Rezeqi, Dukun Cabul Berujung Puasin Nafsu Birahinya

 

Tak hanya itu, pelaku juga meminta korban mengirimkan foto tanpa busana sebagai bagian dari ritual yang disebutnya sebagai “pembersihan dosa”.

 

Perbuatan ini terjadi berulang kali dalam rentang waktu 2023 hingga 2024, di berbagai lokasi yang ditentukan oleh pelaku.

 

Ancaman Mistis dan Tekanan Psikologis

Selain menggunakan bujuk rayu, pelaku juga diduga melancarkan ancaman untuk memperkuat pengaruhnya. Ia mengklaim mampu mendatangkan malapetaka jika korban tidak menuruti perintahnya.

 

Bahkan, pelaku disebut-sebut mengancam dapat membuat korban hamil secara gaib apabila menolak ritual yang dilakukan. Ancaman tersebut membuat korban semakin takut dan tidak berani melawan.

 

Tekanan psikologis inilah yang membuat korban terus berada dalam lingkaran manipulasi tanpa menyadari bahwa dirinya sedang menjadi korban kejahatan.

 

Terbongkar dan Berakhir di Tangan Polisi

Setelah berlangsung cukup lama, kasus ini akhirnya terungkap dan dilaporkan kepada pihak berwajib. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku pada 31 Maret 2026.

 

Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum atas dugaan tindak pidana pencabulan serta penipuan berkedok praktik spiritual.

 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik pengobatan alternatif yang tidak memiliki dasar jelas, terutama yang mengarah pada tindakan di luar logika dan norma.

 

Pelajaran Penting bagi Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kejahatan dapat terjadi dengan berbagai modus, termasuk melalui pendekatan spiritual atau kepercayaan.

 

Masyarakat diminta untuk:

Tidak mudah percaya pada klaim supranatural tanpa dasar

Selalu melibatkan keluarga atau pihak terpercaya saat berobat

Segera melapor jika menemukan praktik mencurigakan

Kepercayaan yang berlebihan tanpa disertai logika dan kewaspadaan dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

 

Kasus dukun cabul di Magetan ini bukan hanya soal tindak kriminal biasa, tetapi juga bentuk manipulasi psikologis yang memanfaatkan kondisi korban yang sedang dalam situasi rentan.

 

Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim-klaim yang tidak masuk akal, terlebih jika berkaitan dengan hal sensitif seperti agama dan kesehatan.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa kejahatan bisa datang dari arah yang tidak terduga bahkan dari sosok yang awalnya dianggap sebagai penolong.

 

G7/KMP

Pos terkait