GLOBAL7 JEPARA –Minggu 30-8-2026 Dugaan penipuan berkedok proyek fiktif mencuat di Kabupaten Jepara. Seorang warga Mayong Kab Jepara diduga menawarkan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada warga Jepara
Persoalan tersebut mencuat setelah proyek yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Warga yang merasa dirugikan kini meminta uang yang telah diserahkan dikembalikan dan mempertimbangkan menempuh jalur hukum.
Berdasarkan keterangan warga, awal mula persoalan terjadi sekitar Juli 2025. Saat itu, S disebut menawarkan proyek dari Pemprov Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 54 titik kepada warga Jepara
Dalam penawaran tersebut, warga diminta uang sebesar Rp1 juta untuk setiap titik, ditambah biaya proposal Rp200 ribu per titik total RP. 64.800.000
S disebut menjanjikan proyek tersebut akan turun dan mulai dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan. Namun, setelah waktu yang dijanjikan terlewati, proyek tersebut tak kunjung terealisasi.
Ketika warga mempertanyakan kepastian proyek, alasan yang disampaikan disebut kembali berubah. Warga kemudian mendapat informasi bahwa pelaksanaan proyek ditunda hingga Maret 2026.
Namun, hingga waktu tersebut berlalu, proyek yang dijanjikan juga belum kunjung terealisasi. Kondisi itu akhirnya menimbulkan kecurigaan
Merasa dirugikan, korban kemudian meminta S mengembalikan uang yang telah diserahkan. Korban juga disebut meminta adanya kesepakatan tertulis sebagai bentuk kepastian pengembalian dana.
Namun, menurut keterangan korban, permintaan tersebut tidak mendapatkan persetujuan. S tidak bersedia membuat perjanjian tertulis tersebut.
Warga yang merasa dirugikan kini mempertimbangkan kasus ini akan dibawah ke jalur hukum apabila uang yang telah diserahkan tidak dikembalikan.
Persoalan ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan penggunaan nama atau proyek pemerintah dalam sebuah penawaran kepada masyarakat. Namun, apakah proyek tersebut benar-benar fiktif, apakah terdapat tindak pidana penipuan, apakah pola ini sering dijalankan untuk menipu korban, dan kemana aliran uang tersebut, masih perlu didalami
GLOBAL7 Jepara akan berupaya mengawal kasus ini sampai tuntas dan memberi ruang terhadap pihak manapun utk klarifikasi
GLOBAL7/TIM










