Wisata Edukasi Berujung Petaka: Tangsi Belanda Siak Ambruk, 15 Murid Jadi Korban

Foto, Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda Siak ambruk setelah lantai dua runtuh saat dikunjungi murid SD

Global7.id – Riau, 

Tangsi Belanda Siak ambruk pada Sabtu (31/1/2026) saat puluhan murid sekolah dasar mengikuti kegiatan wisata edukasi di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Runtuhnya lantai dua bangunan cagar budaya tersebut mengakibatkan belasan murid mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian publik, mengingat Tangsi Belanda merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang kerap dijadikan lokasi pembelajaran sejarah bagi pelajar dan wisatawan.

 

Rombongan Murid Terjatuh dari Ketinggian Empat Meter

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan murid SD IT Baitul Ridho Kampung Tawang Kao bersama guru pendamping dan seorang pemandu wisata tengah berada di lantai dua bangunan saat insiden terjadi. Ketika pemandu memberikan penjelasan, lantai yang terbuat dari papan kayu tua tiba-tiba runtuh.

 

Akibatnya, para murid dan pendamping terjatuh ke lantai dasar dari ketinggian sekitar empat meter, sebagian di antaranya tertimpa material bangunan. Kepanikan sempat terjadi sebelum warga sekitar dan petugas memberikan pertolongan.

 

10 Korban Dirawat, Satu Dirujuk ke Pekanbaru

Dinas Kesehatan Kabupaten Siak mencatat total 17 orang menjadi korban, terdiri dari 15 murid SD, satu guru pendamping, dan satu pemandu wisata. Dari jumlah tersebut, 10 korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tengku Rafian Siak akibat luka yang dialami.

 

Satu korban dengan kondisi luka berat dirujuk ke rumah sakit di Kota Pekanbaru untuk penanganan lanjutan, sementara korban lainnya mengalami luka sedang dan ringan serta menjalani observasi medis.

 

Komplek Tangsi Belanda Ditutup Sementara

Bacaan Lainnya

Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Siak langsung menutup sementara seluruh area Tangsi Belanda. Langkah ini diambil demi kepentingan penyelidikan dan untuk mencegah risiko lanjutan bagi pengunjung.

 

Kapolres Siak menyatakan bahwa kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk menjadi penyebab utama ambruknya struktur tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkunjung ke bangunan tua dan mematuhi rambu keselamatan yang tersedia.

 

Bupati Dampingi Korban, Evaluasi Cagar Budaya Jadi Sorotan

Bupati Siak Afni Zulkifli terlihat turun langsung ke rumah sakit untuk mendampingi para korban, khususnya anak-anak yang masih mengalami trauma. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik serta kebutuhan keluarga korban terpenuhi.

 

Dalam keterangannya, Afni juga menyoroti minimnya perawatan bangunan cagar budaya akibat keterbatasan anggaran. Menurutnya, insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan bersejarah di Siak.

 

“Kami akan melakukan peninjauan teknis dan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

 

Alarm Keselamatan Wisata Edukasi

Insiden runtuhnya lantai Tangsi Belanda membuka kembali diskusi penting soal keselamatan wisata edukasi di bangunan bersejarah. Di satu sisi, situs heritage memiliki nilai edukatif tinggi, namun di sisi lain memerlukan perawatan serius agar tetap aman dikunjungi.

 

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pelestarian cagar budaya tidak hanya soal menjaga nilai sejarah, tetapi juga menjamin keselamatan generasi muda yang belajar di dalamnya.

 

G7/GLN

Pos terkait