Global7.id – Nasional,
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat justru menuai kritik tajam. Dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD mengungkap data yang dinilai mengejutkan.
Dalam podcast Terus Terang Mahfud MD yang tayang pada 15 April 2026, Mahfud MD mengungkap data yang menunjukkan ketimpangan distribusi program MBG.
Menurutnya, penerima manfaat utama seperti anak-anak justru mendapatkan porsi paling kecil. Dari hasil survei yang dibahas, hanya sekitar 6,5% anak-anak dan keluarga yang menikmati program tersebut.
Padahal, kelompok ini seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan berbasis kesejahteraan tersebut.
Dugaan Dominasi Elite dan Pejabat
Lebih jauh, Mahfud menyebut adanya indikasi kuat bahwa manfaat program justru lebih banyak dinikmati oleh kalangan tertentu.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar 44,5% penerima manfaat berasal dari kelompok elite dan pejabat publik. Selain itu, sekitar 44% lainnya merupakan pengelola atau mitra dapur program.
Temuan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG di lapangan.
Program Disambut Baik, Tapi Bermasalah
Di sisi lain, Mahfud tidak menampik bahwa program ini tetap membawa dampak positif bagi masyarakat kecil. Di berbagai daerah, MBG disebut disambut dengan antusias.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tata kelola tidak bisa diabaikan. Ia bahkan menyinggung adanya potensi pemborosan anggaran dalam pelaksanaannya.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan program dengan realitas implementasi di lapangan.
Baca Juga: 21 Ribu Motor Listrik MBG Tuai Kontroversi, DPR: “Kami Tidak Pernah Dilibatkan!”
Desakan Evaluasi Menyeluruh
Dengan berbagai temuan tersebut, evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah didorong untuk memastikan bahwa distribusi manfaat benar-benar tepat sasaran.
Jika tidak segera diperbaiki, program yang seharusnya menjadi andalan peningkatan gizi nasional ini justru berpotensi kehilangan kepercayaan publik.
G7/KMP










