Global7.id – Jepara,
Warga Dukuh Krajan, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara digegerkan oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia secara mendadak di teras rumah warga pada Kamis (15/4/2026) sore. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan dan berbagai spekulasi liar di media sosial.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di teras rumah milik Siti Robiah. Situasi yang awalnya tenang mendadak berubah mencekam ketika korban ditemukan sudah dalam kondisi terlentang dan tidak bergerak.
Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, membenarkan adanya peristiwa penemuan jenazah tersebut saat dikonfirmasi jurnalis Global7.id.
“Benar, telah terjadi penemuan orang meninggal dunia di wilayah Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo,” ujarnya.
Saksi Syok, Tak Mampu Berteriak
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB. Siti Robiah saat itu tengah berada di kamar mandi. Setelah selesai, ia keluar rumah dengan kondisi pintu masih terbuka.
Namun betapa terkejutnya ia saat melihat seorang pria sudah tergeletak di depan teras rumahnya. Dalam kondisi syok berat, ia bahkan tidak mampu berteriak meminta pertolongan.
Kejadian itu kemudian diketahui oleh ibunya, Zulikah, yang langsung berinisiatif meminta bantuan kepada tetangga, Aghonil Habib.
Warga yang datang awalnya sempat ragu untuk mendekat karena takut dan tidak mengetahui kondisi pasti korban. Baru setelah beberapa warga berkumpul, mereka memberanikan diri mendekati korban secara bersama-sama.
Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi kaku dan dipastikan telah meninggal dunia.
Identitas Korban Terungkap
Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, korban diketahui bernama Sano bin Sejo (alm), seorang petani asal Dukuh Sulo, Desa Sentul, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.
Korban tercatat lahir di Pati pada 17 November 1965 dan berjenis kelamin laki-laki. Keberadaan korban di lokasi sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga karena bukan merupakan penduduk setempat.
Belum diketahui secara pasti tujuan korban berada di wilayah Desa Blingoh sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Pemeriksaan medis yang dilakukan di lokasi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal dunia bukan akibat tindak kriminal.
Dugaan sementara, korban mengalami serangan jantung mendadak sebelum akhirnya terjatuh di teras rumah warga.
Fakta ini sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di media sosial, termasuk dugaan adanya aksi kejahatan.
Sempat Viral, Polisi Minta Warga Bijak
Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan memicu berbagai asumsi yang belum tentu benar. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
AKP Dwi Prayitna menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Baca Juga: Innalillahi… Pria Jepara Ditemukan Tewas dalam Mobil di Sleman, Kondisinya Mengenaskan
Jenazah Dipulangkan ke Keluarga
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, pihak kepolisian segera menghubungi keluarga korban di Kabupaten Pati. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Situasi di lokasi kejadian kini telah kembali kondusif. Warga yang sempat berkerumun pun perlahan membubarkan diri setelah mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Pengingat Penting bagi Masyarakat
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Serangan jantung dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala yang jelas, terutama saat tubuh dalam kondisi lelah.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pelajaran penting di era digital saat ini. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial harus diimbangi dengan sikap bijak dalam menyaring kebenaran.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari pihak kepolisian, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan dan tetap menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
G7/UCP










