Global7.id – Jepara,
Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam pertemuan santai antara jajaran kepolisian dan insan pers di Kabupaten Jepara, Selasa (14/4/2026). Bertempat di sebuah kafe JnJ Jepara, kegiatan silaturahmi yang dikemas dengan konsep “ngopi bareng” ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara aparat penegak hukum dan media.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Wildan Umar, bersama puluhan jurnalis dari berbagai organisasi wartawan yang tergabung dalam FKWJ (Forum Koordinasi Wartawan Jepara). Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari PWO, ALMIJ, IWOI, GWI, SWI, hingga IPJT yang tampak kompak dalam balutan kebersamaan.
Sejak awal acara, nuansa cair dan penuh keakraban begitu terasa. Tidak ada sekat formal antara polisi dan wartawan. Diskusi ringan hingga obrolan santai mengalir, menciptakan suasana yang hangat sekaligus produktif.
Dalam sambutannya, AKP Wildan Umar menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara kepolisian dan insan pers. Ia menyebut media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Pers memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, kami berharap insan pers di Jepara bisa terus bersatu, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan kredibel,” ujar Wildan.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan media bukan hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga bagian dari upaya bersama membangun Jepara yang aman dan kondusif.
Menurutnya, pemberitaan yang positif dan edukatif akan sangat membantu menciptakan situasi yang sejuk di tengah masyarakat, terutama di era digital saat ini di mana arus informasi begitu cepat dan masif.
“Kalau pers kompak dan menyajikan berita yang bisa dipertanggungjawabkan, maka dampaknya luar biasa bagi stabilitas daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FKWJ Jepara, Edi Jon, turut menyampaikan harapannya agar insan pers di Jepara terus menjaga kekompakan dan solidaritas. Ia menilai, kebersamaan antarorganisasi wartawan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia jurnalistik saat ini.
“Pers Jepara harus bersatu, tidak terpecah belah. Dengan kebersamaan, kita bisa lebih kuat dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ungkap Edi Jon.
Ia juga menegaskan bahwa FKWJ hadir sebagai wadah untuk menyatukan berbagai organisasi pers agar bisa saling bersinergi, bertukar gagasan, serta menjaga marwah profesi wartawan.
Dalam kesempatan itu, sejumlah jurnalis juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Jepara yang menggelar kegiatan silaturahmi tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan sebagai ruang komunikasi terbuka antara aparat dan media.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan ngopi santai. Di sela-sela kegiatan, para peserta tampak aktif berdiskusi, bertukar pandangan, hingga membahas berbagai isu aktual di Jepara.
Momentum ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pers dan kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan setiap informasi yang beredar dapat lebih terverifikasi, sehingga mampu menangkal hoaks dan menjaga kepercayaan publik.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kepolisian dan insan pers di Jepara terus terjaga dengan baik. Dalam kebersamaan tersebut, terselip komitmen kuat untuk bersama-sama membangun Jepara yang lebih aman, damai, dan kondusif melalui peran masing-masing.
Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga berlanjut dalam berbagai program nyata yang mendukung kemajuan daerah dan kualitas informasi publik.
G7/UCP










