Gegara Nge-Klik File Dokumen di WhatsApp, Uang Tabungan 100 Juta Milik Warga Margoyoso Jepara Lenyap

Foto, Sudarno, warga RT 5/RW 2, Desa Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara, memperlihatkan surat laporan kepada polisi dan percakapan WhatsApp penipuan yang ia alami kemarin

Global7.id – Jepara, 

 

Nasib malang dialami Sudarno, warga RT 5/RW 2, Desa Margoyoso, Kalinyamatan. Uang tabungannya Rp 100 juta terkuras setelah membuka file apk dan pembaruan aplikasi. File aplikasi itu, ia dapat dari nomor yang mengaku kurir paket.

 


Kejadian ini bermula saat Sudarno, menerima pesan dan telepon WhatsApp (WA) dari nomor yang mengaku sebagai kurir antar salah satu jasa ekspedisi Rabu (23/11) sekitar pukul 14.00. Nomor tersebut mengatakan hendak mengirim pesanan sepatu. Dalam pesan WA, Sudarno diminta membuka file dokumen dalam format apk. File itu disebut sebagai resi yang perlu dibuka.

 


Saat itu, ia merasa tidak memesan apapun. Ia bahkan sempat menghubungi anggota keluarganya yang memesan paket. Ia juga mengontak nomor WA tersebut, mengatakan dia tidak memesan apapun melalui paket. Tapi, nomor WA tersebut mendesaknya untuk segera membuka file dokumen asing tersebut.

 



Namun, ia mendadak teringat ada janji dengan seseorang bahwa ia akan dikirimi paket. Lalu ia klik file dokumen apk tersebut. Notifikasi smartphone memberitahu file tersebut asing dan ia diminta mengklik update. Hanya semenit setelah klik update itu, ia mendapat notifikasi dari email aplikasi Bank BRIMO (BRI Mobile) miliknya. Bahwa uang tabungannya ditarik dengan nominal Rp 100 juta dengan nomor rekening BNI 1518753176 atas nama Asep Ridwan.

 


”Saya langsung lari ke Bank BRI saat itu. Ke bagian pelayanan minta solusi. Diminta kontak pusat. Akhirnya hanya bisa dibantu blokir. Saya juga diminta kontak Bank BNI (yang terdata narik uang),” jelasnya.

 


Malam hari, ia juga melapor ke Polres Jepara atas kejadian nahas yang menimpanya.

Bacaan Lainnya

 


Ia berharap, ada titik terang terkait kasusnya ini. Penyelidikan juga bisa berlangsung lancar. Ia merasa sangat terpukul. Uang tersebut rencananya ia gunakan sebagai tabungan masa depan dan untuk usaha jual beli mobil.

 



“Uang juga untuk jaga-jaga kalau ibu saya sakit. Rp 100 juta itu hasil usaha mengumpulkan dari nol. Ada juga kiriman dari anak yang kerja,” jelas pria kelahiran 1980 itu.

 


Saat wartawan meminta konfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi, dia membenarkan adanya laporan ini. Pihaknya kemudian melakukan lidik.***

 

Sumber: RK.


Tag

Pos terkait