Global7.id – Jepara,
Warga Perumahan Marison Regency, Suwawal Barat, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, menghadapi masalah serius terkait air bersih yang disalurkan oleh PDAM setempat. Sejak sumur PDAM di kawasan tersebut mulai aktif pada 21 Juni, warga telah melaporkan bahwa kondisi air yang mereka terima kerap keruh dan tidak layak konsumsi.
Mansyur, salah satu perwakilan warga Marison Regency, menyatakan bahwa beberapa warga mulai mengeluhkan kualitas air yang buruk sejak 27 Juni. Namun, ketika paguyuban warga menyampaikan komplain kepada koordinator lapangan PDAM Mlonggo, Bayu Ardhi, pada 28 Juni, masalah tersebut dianggap sebagai akibat dari tekanan air yang rendah. “Kami sudah curiga ada yang tidak beres dengan air PDAM di sini,” ungkap Mansyur, Minggu (29/9/2024).
Setelah menunggu beberapa minggu tanpa ada tindakan nyata, warga akhirnya melaporkan masalah ini ke PDAM cabang Mlonggo, Jepara pada 22 Juli 2024, dengan harapan mendapat solusi. Namun, langkah yang diambil PDAM pusat tidak membuahkan hasil.
“Mereka bilang akan melakukan pumping atau flushing, tapi nyatanya tidak ada langkah pasti untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Mansyur, Minggu (29/9/2024), dalam keterangan tertulis yang diterima Global 7 Jepara.
Kondisi air yang keruh membuat warga resah. Selain tidak layak konsumsi, air tersebut menyebabkan gatal-gatal ketika digunakan untuk mandi. “Kami tidak berani memakainya untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk minum,” tambahnya.
Untuk memastikan kondisi air yang mereka terima, warga Marison Regency inisiatif melakukan uji laboratorium dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara. Pengujian yang dilakukan pada 12, 13 dan 17 September 2024 menunjukkan bahwa air PDAM di perumahan tersebut mengandung bakteri Coliform dan memiliki pH 8,9, yang tidak memenuhi standar mutu air bersih.
Warga pun semakin kecewa karena hingga saat ini, meski PDAM telah berjanji untuk melakukan pumping, belum ada tindakan yang dilakukan. “Sampai sekarang air masih keruh, bahkan ketika digunakan untuk mencuci pakaian meninggalkan noda putih pada pakaian berwarna gelap,” kata Mansyur.
Warga Marison Regency berharap PDAM segera menangani permasalahan ini. Mereka tidak ingin terus-menerus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon demi kebutuhan masak-memasak dan keperluan lainnya. “Kami hanya ingin air bersih sesuai dengan standar mutu yang layak dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya,” tutup Mansyur.
Sementara, direktur PDAM Jepara Sapto Budiriyanto menjelaskan, “Untuk masalah bakteri ecolit, semua jaringan air pdam ada sehingga tidak boleh langsung di minum, tp harus di masak dulu, sedangkan masalah air keruh segera d ambil tindakan dengan di flassing, di kuras, di bersihkan agar airnya tidak keruh, ” ujarnya, Minggu (29/9) malam.
Permasalahan ini menjadi salah satu sorotan penting, mengingat air bersih adalah kebutuhan pokok bagi setiap rumah tangga. Warga berharap agar pihak terkait segera merespons dan memberikan solusi konkret demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat di Perumahan Marison Regency.***
Sumber: G7.
Wartawan: AR.










