Global7.id – Indramayu,
Kejadian penipuan terjadi di Indramayu Senin, 5 Mei 2025
Hendra Seorang warga Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan dengan modus jual beli furnitur murah melalui media sosial Facebook.
Korban, yang merupakan warga RT 004 RW 001, mengungkapkan bahwa pada hari Senin (5/5) sekitar pukul 11.27 WIB, dirinya membuka aplikasi Facebook dan menemukan sebuah iklan penjualan furnitur dengan harga yang sangat menarik. Tertarik dengan penawaran tersebut, korban kemudian mengklik iklan dan mendapatkan nomor WhatsApp (WA) yang diklaim sebagai pihak toko.
Melalui komunikasi via WA, pihak toko menyebutkan bahwa harga furnitur yang ditawarkan adalah Rp4 juta dan meminta uang muka (DP) sebesar 50 persen. Korban pun mentransfer Rp2 juta ke rekening atas nama MHD HERIANTO.
Tak lama setelahnya, korban diminta mentransfer kembali sebesar Rp2 juta kepada pihak ekspedisi atas nama RIZALDI, dengan dalih sebagai biaya pengiriman. Awalnya, pelaku menyebutkan bahwa ongkos kirim (ongkir) gratis, namun setelah uang ditransfer, korban kembali diminta membayar Rp1,2 juta untuk pembuatan surat jalan pengiriman, dengan janji dana tersebut akan dikembalikan dalam 30 menit.
Setelah total mentransfer Rp4 juta, korban mulai merasa curiga karena tidak ada barang yang datang. Hingga tiga hari kemudian, semua nomor pelaku tidak bisa dihubungi dan akun Facebook korban telah diblokir oleh pelaku.
“Saya sudah coba hubungi mereka lagi, tapi nomor WA tidak aktif dan akun Facebook-nya juga tidak bisa saya akses lagi. Saya merasa sangat dirugikan,” ujar korban saat diwawancarai.
Korban berencana melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum. Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan siber dengan modus jual beli fiktif di media sosial.
Demi menjaga nama baik produk furnitur dari Jepara yang sudah dikenal luas di dalam maupun luar negeri, korban berharap para pelaku usaha furnitur di Jepara turut peduli dan membantu menyelesaikan persoalan ini. Dukungan serta klarifikasi dari pihak terkait dapat menjadi upaya penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah kejadian serupa terulang.
Sumber:G7/AR










