Global7.id – Jepara,
Teka-teki kematian Axsyal Rendy Saputra (24), pemuda asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, hingga kini masih menjadi misteri besar yang menyita perhatian publik. Pemuda tersebut ditemukan tewas di area kebun rumput gajah, hanya sekitar 60 meter dari rumahnya, dengan kondisi luka serius di bagian leher dan tangan.
Kasus ini terus berkembang. Hingga Selasa, 2 Desember 2025, penyidik Polres Jepara telah memanggil dan meminta klarifikasi dari enam orang, seluruhnya merupakan orang-orang yang memiliki kedekatan langsung dengan korban. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya motif tertentu yang melatarbelakangi kematian tragis tersebut.
Kronologi Penemuan yang Menggemparkan Warga
Warga Desa Tubanan dibuat geger pada Minggu pagi, 30 November 2025, setelah menemukan tubuh Rendy tergeletak di kebun rumput gajah. Kondisi korban disebutkan sangat mengenaskan terdapat luka sayatan dalam di bagian leher, serta luka di pergelangan tangan kiri dan dada.
Lokasi penemuan berada di lahan yang cukup dekat dengan permukiman, namun tertutup rumput tinggi sehingga membuat warga tak menduga sebelumnya.
Tak lama setelah laporan masuk, tim Inafis Polres Jepara dan Polsek Kembang langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Autopsi: Luka Sayatan Jadi Sorotan
Autopsi dilakukan oleh tim Biddokkes Polda Jawa Tengah di RSUD RA Kartini Jepara pada hari yang sama. Hasil awal menunjukkan:
Luka sayatan dalam di leher diduga menjadi penyebab utama pendarahan fatal.
Luka di pergelangan tangan kiri dan bekas iris di dada memperkuat dugaan adanya tindakan lain sebelum korban meninggal.
Namun polisi menegaskan bahwa hasil tersebut belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat bunuh diri atau dibunuh. Semua dugaan masih terbuka.
Polisi: Hasil Autopsi Belum Final, Mohon Publik Bersabar
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menjelaskan bahwa penyidikan masih terus dilakukan secara menyeluruh. Hasil laboratorium forensik yang lebih detail masih ditunggu.
“Ada enam orang yang sudah kami mintai klarifikasi. Mereka adalah orang-orang terdekat korban. Namun kami belum dapat menyimpulkan apa pun. Publik diminta menunggu hasil forensik dan perkembangan lanjutan,” ujar AKP Faizal, Selasa (2/12/2025).
Ia menegaskan bahwa polisi berhati-hati karena kasus ini sensitif dan banyak spekulasi berkembang di masyarakat.
Penyidikan Diperluas – Motif Masih Gelap
Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan indikasi kuat terkait motif yang menyebabkan korban meregang nyawa. Semua aspek sedang disisir:
kondisi psikologis korban
hubungan sosial korban
aktivitas korban beberapa hari terakhir
dugaan keterlibatan orang lain
Beberapa saksi juga dijadwalkan untuk diperiksa ulang guna pendalaman.
G7/TEAM










