Global7.id – Jakarta,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Per 2 Desember 2025, KPK menyatakan tengah mendalami kemungkinan keterlibatan Bupati Pati, Sudewo, dalam rangkaian korupsi yang telah bergulir sejak 2023.
Pernyataan Terbaru KPK – 2 Desember 2025
Dikutip dari berbagai sumber resmi seperti Pikiran-Rakyat, Antara, dan FIN (2/12/2025), Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan bahwa belum ada kesimpulan final, namun penyidik sedang melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan Sudewo maupun aktor politik lain.
Asep menyebut, KPK membuka ruang pendalaman karena ditemukan indikasi adanya pihak legislatif dan eksekutif yang ikut mengatur proyek-proyek DJKA, sehingga pemeriksaan akan terus meluas.
Sudewo Sudah Pernah Diperiksa – 15 Agustus 2025
Sebelum menjabat Bupati Pati, Sudewo tercatat pernah diperiksa KPK pada 15 Agustus 2025 sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan aliran dana commitment fee proyek DJKA saat dirinya masih menjadi anggota Komisi V DPR RI.
Dalam kesempatan itu, Sudewo membantah menerima aliran dana korupsi. Ia menyatakan harta kekayaannya berasal dari pendapatan sah, dan tidak terkait praktik korupsi proyek kereta api.
Kasus Berawal dari OTT – 11 April 2023
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pejabat DJKA pada 11 April 2023, yang kemudian berkembang menjadi penyidikan besar terkait proyek perkeretaapian nasional.
Dalam perjalanan dua tahun terakhir, KPK mengungkap adanya:
dugaan rekayasa tender,
pengaturan pemenang proyek,
serta aliran dana ke berbagai pihak.
Penyidikan ini kemudian meluas ke pejabat balai teknik, kontraktor, pihak swasta, hingga kini aktor politik tingkat daerah maupun pusat.
Proyek-Proyek yang Didalami KPK (2023–2025)
Sejumlah proyek yang disorot KPK meliputi:
– Pembangunan jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso
– Proyek jalur kereta Makassar
– Konstruksi dan supervisi jalur KA Cianjur
– Perbaikan pelintasan sebidang di Jawa–Sumatera
Indikasi yang mengemuka: pemenang tender diduga diarahkan melalui koordinasi oknum DJKA dan aktor politik tertentu.
Fokus Penyidikan Saat Ini – Akhir 2025
Menjelang akhir tahun 2025, KPK sudah mengantongi sejumlah informasi baru mengenai dugaan keterlibatan pejabat daerah. Nama Sudewo kembali menguat setelah beberapa fakta persidangan dan berkas perkara menyebut dirinya dalam konteks aliran dana dan komunikasi proyek.
Namun demikian, KPK menegaskan bahwa seluruh informasi masih dalam tahap verifikasi.
KPK: Publik Diminta Menunggu Hasil Resmi
Asep Guntur menyatakan bahwa masyarakat diminta tetap menunggu proses hukum:
“Kami masih mendalami dan mengumpulkan seluruh bukti. Belum ada kesimpulan final.”
Sementara itu, KPK memastikan penyidikan akan tetap berjalan objektif dan tidak menutup kemungkinan akan memanggil kembali Sudewo atau pihak-pihak lain jika diperlukan.
G7/ Sumber KPK










