Satreskrim Jepara Tanggapi Desakan Publik Soal Kematian Khoiriyah: “Kami Menunggu Hasil dari Bidlabfor Polda Jateng”

Foto, kasat reskrim polres Jepara AKP M. Faizal Wildan Umar Rela.

Global7.id – Jepara, 

Perkembangan penyelidikan terkait dugaan penyebab kematian Khoiriyah kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga bahkan mulai melontarkan pertanyaan mengenai lambannya hasil pemeriksaan forensik yang disebut-sebut menjadi kunci pembuka teka-teki kasus tersebut.

 

Setelah dikonfirmasi oleh awak media Global7 pada Rabu, 3 Desember 2025, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Wildan Umar, memberikan penjelasan tegas bahwa pihaknya hingga kini belum menerima hasil resmi dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah.

 

Wildan menegaskan bahwa keterlambatan proses bukan berada di tingkat kepolisian daerah Jepara, melainkan sepenuhnya menunggu keluarnya hasil analisis dari tim laboratorium forensik.

 

“Kalau mau desak, desaknya ke Bidlabfor Polda Jateng. Karena hasilnya memang belum mereka keluarkan. Kami juga masih menunggu dari sana,” jelasnya.

 

Menurut Wildan, tanpa hasil labfor tersebut, penyidik belum bisa menentukan langkah lanjutan ataupun menyimpulkan dugaan penyebab kematian Khoiriyah. Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian hanya dapat bergerak sesuai prosedur, sementara hasil ilmiah dari laboratorium tetap menjadi dasar utama dalam memastikan arah penyidikan.

 

Di sisi lain, keluarga almarhumah serta warga Jepara berharap agar proses ini tidak berlarut-larut. Beberapa tokoh masyarakat menyebut bahwa kejelasan hasil labfor menjadi kebutuhan mendesak agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.

 

Wildan memastikan bahwa begitu hasil resmi diterima, Polres Jepara akan segera menyampaikan informasi terbaru secara transparan kepada publik.

 

Bacaan Lainnya

“Kami pastikan akan menyampaikan perkembangan kepada masyarakat. Kami menunggu hasil itu sama seperti keluarga dan warga,” imbuhnya.

 

Dengan belum keluarnya hasil Labfor Polda Jateng, kasus kematian Khoiriyah sementara masih berada pada fase menunggu analisis ilmiah yang bersifat menentukan.

 

G7/TEAM

 

Pos terkait