Global7.id – Jepara,
Kemunculan ulat bulu yang meresahkan terjadi di lingkungan SD Negeri Karangkebagusan, Kabupaten Jepara, Jumat (6/3/2026) pagi. Menindaklanjuti laporan dari warga, petugas Satpol PP dan Damkar Jepara langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan.
Laporan pertama diterima petugas dari seorang warga bernama Ibu Silviani pada pukul 07.25 WIB. Menyikapi laporan tersebut, tim Damkar Jepara bergerak cepat dari Mako Damkar Jepara pada pukul 07.29 WIB menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan banyak ulat bulu yang menempel di sejumlah tanaman dan area sekitar lingkungan sekolah. Keberadaan ulat bulu tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan siswa dan guru, karena bulunya dapat menyebabkan rasa gatal bahkan iritasi pada kulit apabila tersentuh.
Proses penanganan dilakukan dengan metode penyemprotan untuk mensterilkan area yang menjadi sarang ulat bulu. Langkah ini dilakukan agar ulat bulu tidak menyebar lebih luas dan lingkungan sekolah kembali aman untuk aktivitas belajar mengajar.
Dalam kegiatan tersebut, dua anggota Damkar yang diterjunkan yakni Shofchan dan Heru. Proses evakuasi juga didampingi langsung oleh Kepala Bidang Damkar Jepara untuk memastikan penanganan berjalan aman dan efektif.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di beberapa titik di area sekolah yang diduga menjadi tempat berkembangnya ulat bulu. Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh pada tanaman, dahan pohon, serta sudut-sudut area sekolah yang berpotensi menjadi sarang hama tersebut.
Baca Juga: Ular Piton Masuk Rumah Warga Pecangaan Jepara, Evakuasi Damkar Berlangsung Menegangkan
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena jumlah ulat bulu yang ditemukan cukup banyak. Setelah bekerja selama beberapa jam, akhirnya proses penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 11.00 WIB.
Dengan selesainya proses penyemprotan tersebut, area sekolah dinyatakan aman dari gangguan ulat bulu. Petugas juga mengimbau pihak sekolah untuk rutin melakukan pengecekan pada tanaman di sekitar lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar segera melapor apabila menemukan gangguan serupa di lingkungan tempat tinggal, terutama yang berpotensi membahayakan kesehatan maupun keselamatan warga.
Kehadiran Damkar dalam penanganan kasus seperti ini menjadi bukti bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga membantu berbagai kondisi darurat yang meresahkan masyarakat.
Satpol PP dan Damkar Jepara menegaskan komitmennya untuk selalu siap siaga melayani masyarakat selama 24 jam penuh. Layanan ini diberikan sebagai bentuk respons cepat terhadap berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera.
Dengan sigapnya petugas dalam menangani laporan warga, lingkungan SD Negeri Karangkebagusan kini kembali aman dan aktivitas belajar mengajar dapat berjalan normal tanpa gangguan ulat bulu.
G7/DMKR










