Tujuh Wilayah di Jepara Berpotensi Alami Kekeringan pada Musim Kemarau 2026

Foto, ilustrasi kekeringan dan krisis air bersih

Global7.id, Jepara — Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mengantisipasi potensi kekeringan dan krisis air bersih yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau 2026.

 

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkab Jepara telah mengalokasikan anggaran bantuan air bersih sebesar Rp32 juta melalui APBD 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung operasional distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

 

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema distribusi bantuan air bersih apabila kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayah rawan.

 

“Anggaran itu kami siapkan untuk operasional distribusi air bersih apabila nanti terjadi kekeringan dan masyarakat membutuhkan suplai air,” ujar Arwin, Kamis (7/5/2026).

 

BPBD Jepara mencatat sedikitnya terdapat tujuh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi Desa Clering dan Sumberrejo di Kecamatan Donorojo, Desa Bategede Kecamatan Nalumsari, Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung, Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan, Desa Pule Kecamatan Mayong, serta Karimunjawa.

 

Menurut Arwin, wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena hampir setiap musim kemarau mengalami keterbatasan sumber air bersih.

 

“Daerah-daerah tersebut menjadi perhatian kami karena hampir setiap musim kemarau mengalami keterbatasan sumber air bersih,” katanya.

 

Selain menyiapkan bantuan air bersih, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air sejak dini, khususnya di daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat kemarau panjang.

Bacaan Lainnya

 

BPBD turut meminta pemerintah desa aktif melakukan langkah mitigasi dan segera melaporkan apabila mulai terjadi kesulitan air bersih di wilayah masing-masing.

 

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber air yang ada dengan bijak. Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan aktif melakukan langkah mitigasi dan melaporkan lebih awal apabila mulai terjadi kesulitan air bersih,” imbuhnya.

 

Hingga kini, BPBD Jepara terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Termasuk menyiapkan skema dropping air bersih apabila kondisi kemarau semakin ekstrem.

 

“Ketika ada permohonan bantuan dari desa dan hasil asesmen menunjukkan kebutuhan mendesak, kami akan segera lakukan distribusi air bersih,” pungkas Arwin.

Pos terkait