Menjijikkan! Tikus Muncul dari Boks MBG SMKN 8 Semarang, 35 Porsi Makanan Terkontaminasi

tikus menjijikkan di boks makanan MBG SMKN 8 Semarang
tikus menjijikkan di boks makanan MBG SMKN 8 Semarang

Global7.id – Semarang, 

Insiden mengejutkan terjadi di SMKN 8 Semarang setelah seekor tikus ditemukan keluar dari dalam boks distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (31/3/2026). Peristiwa ini sontak viral di media sosial dan memicu kekhawatiran soal kebersihan makanan siswa.

 

Kejadian tersebut pertama kali diketahui dari laporan siswa kelas XI yang curiga saat membuka boks berisi ompreng makanan di dalam kelas. Dalam video yang beredar, tampak suasana kelas mendadak panik ketika tikus tiba-tiba muncul dari dalam boks makanan.

 

Staf kesiswaan SMKN 8 Semarang, Dian Nirmala Santi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima melalui grup komunikasi siswa pada Selasa siang.

 

“Awalnya siswa melaporkan lewat video di grup, terlihat tikus keluar dari dalam boks MBG. Tikusnya kemudian berhasil ditangkap,” ujarnya.

 

Namun yang menjadi perhatian serius, sebagian makanan dalam boks tersebut ternyata sudah sempat dikonsumsi oleh siswa sebelum diketahui adanya tikus. Dalam satu boks, terdapat sekitar 35 porsi makanan (ompreng) yang didistribusikan.

 

Pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan menarik seluruh boks yang terindikasi terkontaminasi dan mengembalikannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada hari yang sama, Selasa (31/3/2026).

 

Sekretaris Tim Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tikus ditemukan di dalam boks pengiriman, bukan di dalam wadah makanan.

 

Bacaan Lainnya

“Komplain yang kami terima bukan tikus di dalam ompreng, melainkan di dalam boks. Meski begitu, paket langsung kami tarik dan diganti pada hari yang sama,” jelasnya, Rabu (1/4/2026).

 

Penggantian makanan pun telah dilakukan, dan pihak sekolah menyatakan telah menerima distribusi baru dalam kondisi aman. Meski demikian, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa dan orang tua.

 

Baca Juga: BGN Sikat Mitra MBG Nakal! Mark Up Harga Bahan Baku Langsung Disuspend Tanpa Ampun

 

Pengamat kesehatan masyarakat menilai bahwa kejadian ini menunjukkan adanya celah dalam sistem distribusi makanan. Kontaminasi bisa terjadi akibat penyimpanan yang tidak higienis atau pengawasan yang kurang ketat selama proses pengiriman.

 

Program MBG yang digagas untuk meningkatkan asupan gizi siswa sejatinya mendapat dukungan luas. Namun, kasus ini menjadi pengingat bahwa kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama.

 

Sejumlah wali murid pun angkat bicara. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

 

“Programnya bagus, tapi kebersihan harus benar-benar dijaga. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujar salah satu orang tua siswa, Rabu (1/4/2026).

 

Insiden ini juga menambah daftar polemik terkait pelaksanaan program MBG di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari temuan makanan tidak layak konsumsi hingga penyalahgunaan fasilitas distribusi.

 

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG, khususnya dalam aspek sanitasi dan pengawasan.

 

Hingga Rabu (1/4/2026), kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Semarang tetap berjalan normal. Namun, pihak sekolah kini meningkatkan pengawasan terhadap setiap distribusi makanan yang masuk ke lingkungan sekolah.

 

Kasus tikus dalam boks MBG ini menjadi peringatan serius bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari jaminan kualitas dan keamanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

G7/KMP

Pos terkait