Global7.id – Demak,
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Demak setelah tanggul Sungai Cabean dilaporkan jebol pada Senin dini hari (16/2/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu menyebabkan air meluap cepat hingga merendam permukiman warga di Desa Tlogoweru, dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Warga yang tengah terlelap dikejutkan oleh suara aliran air yang semakin deras. Dalam hitungan jam, air mulai memasuki rumah-rumah penduduk dan menggenangi jalan desa serta area persawahan di sekitar wilayah terdampak.
Kronologi Tanggul Jebol Dini Hari
Menurut keterangan aparat setempat, tanggul di wilayah Karangawen mengalami kerusakan cukup parah dengan lebar jebolan diperkirakan mencapai 20 meter. Air yang membawa tekanan tinggi dari wilayah hulu langsung mengalir deras menuju area persawahan sebelum akhirnya masuk ke permukiman warga.
Kompol Wasito dari Polres setempat menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di wilayah hulu menjadi faktor utama meningkatnya debit sungai. Hujan deras yang mengguyur kawasan Ungaran serta wilayah Demak semalaman membuat tanggul tak mampu lagi menahan tekanan air.
Aliran air dari hulu bergerak cepat melewati lahan pertanian di Karangawen dan Tlogoweru sebelum menyebar ke area rumah warga. Kondisi ini membuat sebagian warga harus bersiap mengungsi jika permukaan air terus naik.
Warga Bertahan di Tengah Genangan
Sejumlah warga memilih tetap tinggal di rumah sambil memantau situasi. Salah satunya, Jumiati (46), mengaku banjir mulai masuk ke rumahnya sejak dini hari. Air di dalam rumah mencapai atas mata kaki, sementara di jalanan desa lebih tinggi lagi.
Meski belum mengungsi, warga mengaku waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang dapat memperburuk kondisi. Beberapa keluarga dilaporkan mulai mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak akibat rendaman air.
Suasana desa kini dipenuhi aktivitas warga yang membersihkan rumah sekaligus berjaga-jaga. Anak-anak terlihat tetap beraktivitas terbatas di sekitar rumah, sementara orang dewasa sibuk memastikan kondisi keluarga dan ternak mereka aman.
Petugas Gabungan Siaga Penuh
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, serta relawan lokal langsung diterjunkan ke lokasi beberapa jam setelah tanggul jebol. Posko darurat didirikan di kantor desa sebagai pusat koordinasi penanganan banjir.
Petugas terus memantau perkembangan ketinggian air sambil membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Peralatan darurat seperti perahu karet dan logistik dasar juga mulai disiapkan jika situasi memburuk.
Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak, terutama bila hujan kembali turun di area hulu sungai.
Sawah Terendam, Ancaman Bagi Petani
Selain permukiman warga, area persawahan di Karangawen dan Tlogoweru turut terendam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi petani karena sebagian lahan sedang memasuki masa pertumbuhan tanaman.
Genangan yang berlangsung terlalu lama berpotensi menyebabkan gagal panen serta kerugian ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Pemerintah desa bersama petugas lapangan masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas kerusakan secara detail.
Dampak Lain: Jalur Transportasi Terganggu
Banjir juga dilaporkan berdampak pada mobilitas warga. Sejumlah jalan desa sulit dilalui kendaraan kecil akibat genangan yang cukup tinggi. Selain itu, terdapat laporan gangguan di jalur kereta api lintas utara Jawa Tengah akibat genangan di beberapa titik, meski petugas terus melakukan pemantauan demi menjaga keselamatan perjalanan.
Kondisi Terkini dan Imbauan
Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air di beberapa titik masih bertahan. Warga diminta tetap siaga serta segera mengungsi jika air meningkat atau arus menjadi lebih deras.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area tanggul yang jebol karena dikhawatirkan terjadi longsoran susulan. Prioritas saat ini adalah keselamatan warga serta penanganan darurat agar dampak banjir tidak meluas.
Ringkasan Data Dampak Banjir
- Lokasi utama terdampak: Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur
- Ketinggian air: ±70 cm di jalan desa
- Kerusakan tanggul: sekitar 20 meter
- Area terdampak: permukiman warga, persawahan Karangawen dan Tlogoweru
- Petugas di lokasi: Polri, TNI, BPBD, relawan
Bencana banjir akibat tanggul jebol ini kembali menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur sungai di wilayah rawan limpasan air. Warga berharap penanganan cepat dapat mencegah banjir berulang dan memberikan rasa aman ketika musim hujan datang.
Jika hujan kembali turun deras di wilayah hulu, potensi kenaikan debit air masih perlu diwaspadai. Pemerintah daerah bersama petugas lapangan terus melakukan pemantauan intensif demi memastikan kondisi tetap terkendali.
G7/KMP










