Heboh! Sekolah Elite di Banyuwangi Tolak Program MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Ini

Foto, Heboh! Sekolah Elite di Banyuwangi Tolak Program MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Ini

Global7.id – Banyuwangi, 

Sejumlah sekolah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan menolak penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswanya. Penolakan ini disampaikan oleh beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang.

 

Informasi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala satuan pelayanan, yayasan, mitra, koordinator wilayah, hingga seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi. Rapat digelar pada Sabtu (24/1/2026).

 

Dalam rapat tersebut terungkap, sejumlah sekolah elite dengan jumlah siswa mencapai ribuan memilih tidak menerima program MBG. Alasan penolakan beragam, salah satunya karena mayoritas peserta didik berasal dari keluarga mampu.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia meminta seluruh kepala SPPG dan jajarannya untuk menghormati keputusan sekolah.

 

“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswanya anak-anak orang yang mampu, ya tidak apa-apa,” ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

 

Nanik menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis disiapkan pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang sehat dan seimbang. Namun demikian, program tersebut bersifat sukarela dan tidak boleh disertai tekanan, apalagi intimidasi, kepada pihak sekolah.

 

Ia juga mengingatkan agar tidak muncul stigma negatif terhadap sekolah yang memilih menolak program MBG.

 

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai ada anggapan sekolah yang tidak menerima MBG berarti tidak mendukung kebijakan pemerintah,” tegasnya.

 

Menurut Nanik, keputusan sekolah dalam menerima atau menolak program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari hak dan kebebasan satuan pendidikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.

 

“Pokoknya, kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” tandasnya.

 

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan gizi tinggi. Meski demikian, pemerintah menegaskan pendekatan yang digunakan adalah persuasif dan menghormati pilihan sekolah.

 

G7/SRC

Pos terkait