Rekor Baru! Harga Emas Dunia Meledak ke USD 5.500, Ini Penyebabnya

Foto, Harga emas dunia pecah rekor USD 5.500 di tengah ketegangan geopolitik global

Global7.id – Nasional, 

Harga emas dunia kembali bikin geger pasar global. Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, harga emas resmi menembus level psikologis USD 5.500 per ounce, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

 

Reli emas kali ini disebut nyaris tak terbendung. Investor global berbondong-bondong masuk ke aset safe haven di tengah memanasnya geopolitik dunia dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global.

 

Mengutip Channel News Asia, harga emas di pasar spot melonjak 2,9 persen ke level USD 5.554,76 per ounce pada pukul 23.43 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday di USD 5.591,61.

 

Lonjakan ini memperpanjang reli emas yang luar biasa. Dalam empat sesi perdagangan terakhir, harga emas telah naik lebih dari USD 500, setelah pada Senin (26/1/2026) emas pertama kali menembus level USD 5.000.

 

Bank Sentral Borong Emas, Ketegangan Global Jadi Pemicu

Analis pasar menilai kenaikan harga emas didorong oleh kombinasi faktor kuat, mulai dari pembelian agresif bank sentral hingga meningkatnya kecemasan geopolitik.

 

“Kenaikan ini dipicu pembelian berkelanjutan dari bank sentral, arus dana pengikut tren, serta permintaan tinggi terhadap aset aman,” ujar analis pasar IG, Tony Sycamore.

 

Meski reli emas terlihat parabolik, Sycamore menilai fundamental emas masih sangat solid sepanjang 2026.

Bacaan Lainnya

 

“Setiap koreksi harga justru berpotensi menjadi peluang beli yang menarik,” tambahnya.

 

Ancaman AS–Iran Panaskan Pasar

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya.

 

Trump bahkan memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih keras jika kesepakatan tidak tercapai. Pernyataan ini langsung dibalas Teheran dengan ancaman serangan balasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.

 

Situasi tersebut membuat investor memilih keluar dari aset berisiko dan masuk ke emas sebagai pelindung nilai.

 

The Fed Tahan Suku Bunga, Emas Kian Bersinar

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS memutuskan untuk menahan suku bunga pada Rabu (28/1/2026), sesuai ekspektasi pasar.

 

Usai keputusan tersebut, pelaku pasar meningkatkan spekulasi bahwa pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada Juni 2026. Ketua The Fed Jerome Powell mengakui inflasi masih berada di atas target 2 persen.

 

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung diuntungkan dalam kondisi suku bunga rendah. Sepanjang 2026, harga emas telah melonjak lebih dari 25 persen, setelah sebelumnya naik 64 persen sepanjang 2025.

 

Logam Mulia Lain Ikut Menggila

Tak hanya emas, logam mulia lain juga mencatatkan kenaikan signifikan:

Perak naik 1,5% ke USD 118,36 per ounce

Platinum menguat ke USD 2.697,54 per ounce

Paladium naik 0,5% ke USD 2.091,15 per ounce

 

Lonjakan harga ini bahkan membuat toko-toko emas di Shanghai dan Hong Kong dipadati pembeli, dengan banyak pihak memperkirakan harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi.

 

G7/GLN

Pos terkait