Hujan Deras Tak Henti, Ruas Jalan Mlonggo–Jambu Telingsing Rusak Parah: Banyak Lubang, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati, Jalur Lain di Jepara Juga Ikut Rusak

Foto, ilustrasi Jalur Mlonggo - Jambu telingsing jalan rusak parah banyak lubang

Global7.id – Jepara, 

Ruas Jalan Mlonggo–Jambu Telingsing Rusak Parah  akibat Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dalam beberapa minggu terakhir mulai memunculkan dampak serius di berbagai sektor, salah satunya pada kondisi infrastruktur jalan. Pantauan warga di lapangan, kerusakan jalan berlubang kini semakin merebak dan membuat sejumlah ruas menjadi rawan kecelakaan, terutama saat hujan masih turun dan air menutupi permukaan jalan.

Salah satu titik yang paling disorot warga yakni ruas jalan Mlonggo hingga Jambu (Telingsing). Jalur ini disebut mengalami kerusakan paling parah, dengan kondisi aspal mengelupas, permukaan bergelombang, serta lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

Jalur Mlonggo–Jambu Telingsing Paling Parah

Berdasarkan pantauan warga, kerusakan di jalur Mlonggo–Jambu Telingsing tidak hanya terjadi di satu titik, namun tersebar di beberapa bagian. Lubang jalan terlihat bervariasi ukurannya, mulai dari lubang kecil hingga lubang yang cukup dalam dan lebar, sehingga membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Yang membuat kondisi ini semakin berbahaya adalah ketika hujan turun deras. Genangan air menutupi lubang, sehingga tampak seperti permukaan jalan biasa. Akibatnya, banyak pengendara tidak sempat menghindar dan akhirnya terperosok.

“Kalau hujan deras, lubangnya nggak kelihatan. Sudah beberapa yang kejeblos,” ungkap salah satu warga yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut.

Lubang Tertutup Air Jadi ‘Jebakan’ Pengendara

Warga menyebut jalur ini kini seperti “jebakan”, terutama pada pagi hari saat aktivitas mulai ramai atau pada malam hari ketika jarak pandang menurun. Banyak pengendara motor terpaksa mengurangi kecepatan drastis, bahkan zig-zag untuk menghindari lubang. Namun manuver mendadak di jalan licin justru meningkatkan risiko jatuh dan tersenggol kendaraan lain.

Kondisi jalan yang rusak juga membuat kendaraan kerap menghantam lubang secara tiba-tiba. Dampaknya bukan hanya membahayakan keselamatan pengendara, tetapi juga dapat merusak kendaraan seperti velg bengkok, ban pecah, hingga kerusakan pada bagian kaki-kaki motor maupun mobil.

Korban Jatuh Mulai Dilaporkan

Dari laporan warga sekitar, kondisi jalan berlubang tersebut sudah mengakibatkan sejumlah pengendara jatuh. Rata-rata korban merupakan pengguna sepeda motor yang tidak menyadari adanya lubang karena tertutup genangan air.

Beberapa kejadian jatuh juga disebut terjadi ketika pengendara mencoba menghindari lubang namun kehilangan keseimbangan akibat jalan licin. Situasi ini membuat masyarakat berharap adanya tindakan cepat, setidaknya pemasangan tanda atau peringatan di titik-titik yang dianggap paling rawan.

Jalur Lain di Jepara Juga Ikut Rusak

Selain ruas Mlonggo–Jambu Telingsing, warga juga melaporkan kondisi serupa terjadi di beberapa jalur lain di Jepara. Sejumlah titik di wilayah Wedelan dan Bangsri turut disebut mengalami kerusakan dengan banyak lubang jalan yang membuat pengendara rentan terperosok.

Bacaan Lainnya

Meski tidak separah jalur Mlonggo–Jambu Telingsing, kerusakan jalan juga terpantau di beberapa titik lain. Di Wedelan, tepatnya pada area tikungan, kondisi jalan disebut warga cukup parah dan membahayakan karena permukaan berlubang serta licin saat diguyur hujan. Sementara itu, di Bangsri, tepatnya di depan kantor kecamatan, banyak lubang jalan yang dilaporkan kerap membuat pengendara terperosok. Warga bahkan menyebut sudah ada sejumlah pengendara yang jatuh di lokasi tersebut. Kondisi ini tetap dinilai mengganggu dan berbahaya, terutama saat hujan masih terus turun hingga menutupi bagian jalan yang rusak dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan.

Warga berharap kerusakan ini tidak dibiarkan terlalu lama karena kondisi jalan yang terus diguyur hujan dapat mempercepat proses pengelupasan aspal dan memperbesar lubang.

Pengendara Diimbau Ekstra Hati-hati

Di tengah kondisi jalan yang rusak, masyarakat yang melintasi jalur tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diimbau tidak memaksakan kecepatan dan lebih memperhatikan kondisi jalan, terutama pada titik-titik yang tampak tergenang.

Beberapa langkah yang disarankan untuk pengendara saat melintas jalur berlubang di musim hujan antara lain:

Kurangi kecepatan, terutama saat hujan deras dan jalan licin.

Hindari pengereman mendadak di atas genangan.

Jangan menyalip sembarangan karena kendaraan lain bisa menghindari lubang secara tiba-tiba.

Nyalakan lampu kendaraan saat hujan agar lebih terlihat oleh pengguna jalan lain.

Jaga jarak aman, terutama di jalur yang banyak lubang.

Bagi pengendara roda dua, perlengkapan keselamatan seperti helm standar, jas hujan yang tidak mengganggu pergerakan, serta kondisi ban yang baik juga sangat disarankan.

Warga Dorong Penanganan Cepat

Melihat dampak yang sudah terjadi, warga berharap ada penanganan cepat agar kerusakan jalan tidak semakin parah dan tidak menambah korban. Beberapa warga menyarankan penanganan awal berupa tambalan sementara pada lubang terdalam dan pemasangan penanda bahaya agar pengendara lebih mudah mengantisipasi.

Jika perbaikan permanen belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat, warga juga berharap ada langkah pengamanan minimal untuk menurunkan risiko kecelakaan, mengingat jalur tersebut termasuk akses penting bagi warga yang beraktivitas setiap hari.

Curah hujan yang masih tinggi juga membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak lanjutan lainnya, seperti genangan, pohon tumbang, hingga gangguan perjalanan akibat jalan rusak yang semakin meluas.

G7/TEAM

Pos terkait