Global7.id – Jember,
Pelajar SMA Jember hilang terseret arus di Sungai Tanggul, Desa Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026). Insiden ini terjadi saat korban berburu biawak bersama belasan rekannya di sekitar Jembatan Merah Putih.
Korban diketahui berinisial Iqbal Khoirul Anwar, seorang pelajar laki-laki asal Desa Mojomulyo, Kecamatan Jombang, Jember. Hingga Sabtu sore, upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan masih belum membuahkan hasil.
Kejadian ini membuat warga sekitar geger, apalagi insiden terjadi saat korban tengah berburu biawak bersama belasan rekan seusianya.
Kronologi Kejadian: Lompat ke Sungai untuk Ambil Biawak
Koordinator Pos Basarnas Jember, Jefri, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama 13 temannya sedang berburu biawak di sekitar Jembatan Merah Putih, kawasan muara baru bantaran Sungai Tanggul.
Setelah berhasil menembak seekor biawak, hewan tersebut justru jatuh ke sungai. Korban kemudian bersama tiga temannya berinisiatif turun ke air untuk mengambil hasil buruan.
Namun nahas, Iqbal yang disebut tidak bisa berenang, diduga panik ketika masuk ke area sungai, hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam.
“Korban berinisiatif melompat ke sungai dan menangkap biawak hasil buruannya, karena korban tidak bisa berenang akhirnya hanyut dan tenggelam,” terang Jefri.
Arus Permukaan Tenang, Tapi Arus Bawah Sangat Kencang
Berdasarkan keterangan saksi mata, kondisi air sungai dari permukaan tampak relatif tenang. Namun, arus di bagian bawah sungai ternyata sangat deras dan berbahaya.
Tiga rekan korban yakni Adam, Ilham, dan Sandi berhasil menyelamatkan diri karena diketahui mampu berenang hingga mencapai tepi sungai.
Sementara korban hilang dalam hitungan menit, membuat teman-temannya langsung meminta bantuan warga dan aparat setempat.
Tim SAR Gabungan Bergerak, Pencarian Sampai Sore Masih Nihil
Tak lama setelah laporan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian besar-besaran. Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
Basarnas Jember
BPBD Jember
Satpolairud Polres Jember
TNI
Relawan dan warga sekitar
Dugaan sementara, posisi korban kemungkinan tersangkut di sekitar tambatan perahu nelayan, tidak jauh dari lokasi korban terakhir terlihat.
“Hingga saat ini proses pencarian korban masih dilakukan bersama tim SAR gabungan dan hasilnya masih dinyatakan nihil. Tapi kita optimalkan, masih berasumsi korban berada tidak jauh dari muara,” kata Jefri.
Pencarian Dihentikan Sementara karena Cahaya Minim
Meski dilakukan sejak siang, pencarian akhirnya terpaksa dihentikan sementara pada pukul 17.25 WIB, karena kondisi cahaya mulai minim dan berisiko bagi personel di lapangan.
Pencarian direncanakan dilanjutkan Minggu pagi, dengan strategi yang lebih fokus di area muara.
Cuaca Gerimis, Besok Basarnas Kerahkan Perahu Karet
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa selama proses pencarian, wilayah sekitar lokasi sempat diguyur hujan ringan.
Besok tim akan mengoptimalkan pencarian menggunakan peralatan yang lebih lengkap, termasuk dua perahu karet untuk menyisir lebih dalam di area muara dan tepi sungai.
“Rencana pergerakan besok mengoptimalkan dua perahu karet dari Basarnas dan BPBD untuk fokus di TKP korban terakhir terlihat, serta penyisiran di tepi muara,” jelas Jefri.
Basarnas Imbau Warga Waspada, Jangan Abaikan Keselamatan
Atas kejadian ini, Basarnas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat cuaca tidak menentu dan debit air bisa berubah cepat.
“Jaga keselamatan, jangan terlalu memaksakan kehendak kalau itu sekiranya bahaya, tidak perlu dilakukan,” tegas Jefri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sungai tidak selalu aman meski terlihat tenang, karena arus bawah sering kali lebih kuat dan dapat menyeret siapa pun dalam waktu singkat.
G7/KMP










