Global7.id – Jepara,
Melanjutkan dari permasalahan sebelumnya bahwa dengan rasa legowo (rendah hati) saling minta maaf dan memaafkan maka akan timbul hikmah untuk kebersamaan antara tim sepeda, pengelola wisata, LSM, Ormas dan awak media.
Diakhiri dengan berjabat tangan dan foto bersama sebagai niatan berseduluran yang kedepannya pasti saling membutuhkan satu sama lainya disamping itu ada Ridho Allah SWT yang Insya Allah akan selalu tercurahkan rahmat buat kita semua.

Alhamdulillah akan tercipta keharmonisan dengan agenda setelah tanggal 14 akan diadakan makan bersama sebagai bentuk paseduluran di tempat wisata hutan mangrove Gelagah Wangi Blebak.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga atas peran serta koramil 09 Mlonggo Kapten Chb Purwanto dalam mewujudkan keharmonisan awak media dari suatu masalah persetruan tim sepeda bapak-bapak yang masih semangat menjaga kesehatan raga yang diketuai oleh bapak Ali achwan, ST.MH
dan dari pihak menegement pengelola wisata hutan mangrove Glagah Wangi yaitu Yeni Rahayu Noor Aini.
Di hari Sabtu ini pada penyelesaian pak Meiyono menyampaikan kejelasan diacara mediasi dengan bijak dengan kronologi kejadian di paparkan secara jelas dan tidak merasa benar dengan kejadian waktu itu.

Sebaliknya juga dari pengelola juga menyampaikan hal yang sama dengan hormat dan sopan santun ditujukan kepada bapak-bapak tim sepeda atas penjelasan singkatnya.
Inilah sikap sosok orang jawa yang jawani “rebut salah ora rebut bener”. Hal ini terlihat dari kedua belah pihak yang mempunyai hati mulia sehingga suasana pagi menjelang siang itu banyak manfaat yang kita dapatkan.
Dari pencerahan Danramil Kapten Purwanto menjelaskan, “Untuk menggunakan pikiran jernih itu harus menggunakan rasa kasih sayang dalam menyelesaikan masalah bahwa kita semua itu bersaudara”, tegasnya.
Motivasi inilah yang memberikan rangsangan bahwa kami awak media yang harus saling bersinergi dalam pemberitaan yang berimbang dan akurat. Seperti yang disampaikan Edy jhon wartawan senior dengan tegas menerangkan, “Agar awak media bisa lebih hati-hati dan teliti dalam membuat berita karena akan dibaca ratusan bahkan ribuan pembaca bahkan lebih. Inilah hal baik yang bisa digunakan sebagai acuan untuk koreksi demi kebaikan bersama”, Tutupnya.***










