Global7.id – Jepara,
Setelah viral di media sosial perseteruan antara tim sepeda yang merasa diusir oleh pemandu wisata Gelegah Wangi Blebak kecamatan Mlonggo Jepara kini sudah terselesaikan dengan baik dan damai di ruang tengah kantor Koramil 09/Mlonggo kabupaten Jepara. Sabtu 05 Juni 2021.
Ramai pemberitaan di media sosial yang membuat Danramil 09/Mlonggo Kapten Chb Purwanto harus turun tangan untuk mendamaikan perseteruan antara tim sepeda dan pemandu wisata dengan memanggil Yeni yang diketahui pemandu wisata Gelagah Wangi Blebak dan pak Ali Akhwan ketua tim sepeda untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Saat dipertemukan kedua belah pihak oleh Kapten Chb Purwanto dan juga telah hadir para wartawan dan perwakilan LSM dan anggota tim sepeda di ruang tengah Koramil 09 Mlonggo. Untuk mengawali pembicaraan dan mendamaikan kedua belah pihak, Danramil Mlonggo memulai bahwa, “Saya selaku Danramil 09/Mlonggo berharap permasalahan yang terjadi untuk segera diselesaikan dengan damai dan harmonis, karena tempat wisata Gelagah Wangi Blebak merupakan bagian dari wilayah saya di kecamatan Mlonggo yang tentunya merupakan tanggungjawab saya untuk mengamankan”, tegasnya Kapten Purwanto.

Salah satu dari tim sepeda pak Miyono menjelaskan kronologi awal, “Saya dan teman-teman saya rutin setiap minggunya berolahraga sepeda gunung ke daerah Sekuro dan saya mendengar ada tempat wisata baru dan saya bersama teman-teman masuk ke tempat wisata itu karena saat itu tidak ada yang jaga atau tidak ada plang penjelasan soal tiket masuk, ya kita semua masuk aja dan sesampainya di dalam tempat wisata itu saya di tegur dengan bahasa yang kurang baik, kita ini orang tua, bok ya dengan cara berbahasa yang sopan”, ujarnya.
Sementara itu, pak Ali Akhwan menjelaskan, “Saya berharap kedepannya untuk lebih baik lagi dan lebih ramah saat melayani tamu walaupun dan dikondisi apapun itu”, terangnya.
Selanjutnya Danramil Kapten Chb Purwanto memberikan kesempatan untuk bicara kepada Yeni, “Gini pak, saya menegur pengunjung yang menurut saya asal masuk ke dalam tempat wisata yang kami kelola dan hal itu wajarlah jika saya berlaku tegas”, ujar Yeni pemandu dan pengelola tempat wisata tersebut.

Kemudian Ali Akhwan menambahkan, “Memang kalo di setiap permasalahan saling mencari kesalahan takkan bisa terpecahkan dengan baik hingga damai, tapi saya mohon kepada wartawan yang lain untuk tidak membuat berita yang sifatnya menyerang pada wartawan kita yang bertuliskan “wartawan bodrek”, karena bisa menambah permasalahan bukan menyelesaikan masalah”, pungkasnya.
Setelah itu wartawan Edy Jhon menambahkan penjelasan, “Ya, jika kita semua saling menyerang dan saling menyalahkan maka takkan ada selesainya, dan sebagai wartawan itu lebih mengutamakan dua sumber untuk menaikkan berita, untuk selanjutnya saya berharap kita semua berusaha untuk kembali rukun damai dan juga saling menjaga hubungan dengan baik antar wartawan serta hubungan baik antar sesama warga di kecamatan Mlonggo, damai itu indah”, jelasnya.
Lalu Yeni menambahkan bahwa, “Saya minta maaf kepada semua bapak-bapak tim sepeda yang ada disini, dan saya akan berusaha untuk merubah sikap saya dan lebih mengutamakan keramahan dalam melayani pengunjung wisata dan saya disini sebagai pengusaha yang ingin mengelola wisata Gelagah Wangi hutan Mangrove Blebak dengan pelayanan yang lebih baik lagi untuk kedepannya”, tambahnya.

Setelah semua menjelaskan dengan ber-statment tentang permasalahan tersebut, Danramil Kapten Chb Purwanto memberikan keputusan untuk mendamaikan kedua belah pihak dengan baik dan bijaksana, “Saya berharap agar kita semua tidak lagi ada kejadian kesalahpahaman diantara kita, pokoknya kalo saling bela diri dan saling menyalahkan maka permasalahan ini tak bakalan ada solusinya dengan baik, ada baiknya kita semua lebih mengutamakan kebersamaan dalam kerukunan bukan mengikuti sifat egoisme yang tidak ada gunanya, maka itu ayo kita sama-sama saling memaafkan dan menjalin hubungan guyup rukun maka akan terciptanya sebuah keharmonisan antara kita semua dan tidak lupa saya menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, karena hal ini merupakan bentuk upaya pencegahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia dan khususnya di kabupaten Jepara”, Tutupnya.***
Sumber: Kpt. Pwt Danramil 09/Mlonggo.










