Global7.id – Jepara,
Polemik lahan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, terus bergulir dan menjadi sorotan publik. Persoalan tersebut turut menyeret Kepala Desa Gedangan yang dilaporkan oleh warga ke Polres Jepara, Kamis (9/1/2026).
Lahan yang saat ini ditempati menara Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, lapangan sepak takraw, serta deretan bangunan ruko itu masih menyisakan perdebatan terkait status kepemilikan dan pemanfaatannya.
Hasil penelusuran awak media di lapangan menghimpun keterangan dari sejumlah warga setempat. Seorang nenek bersama beberapa ibu setengah baya menuturkan bahwa lahan BBWS tersebut dulunya merupakan tanah milik warga yang dibeli pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar 45 tahun lalu.
“Dulu ini tanah warga, dibeli pemerintah. Sekarang jadi tower, lapangan, dan ruko,” ujar salah seorang ibu warga Gedangan kepada global7″
Sementara itu ditempat lain tokoh masyarakat berinisial R menjelaskan kronologi awal penguasaan lahan BBWS di wilayah tersebut. Menurutnya, pada tahun 1981 pernah dilakukan pengerukan Sungai Desa Gedangan, tepatnya di RT 03 RW 01.
“Waktu itu sungai dikeruk, lalu pemerintah membeli lahan di pinggir sepanjang sungai untuk tempat pembuangan tanah hasil pengerukan,” jelas R.
Ia menambahkan, terdapat puluhan bidang tanah milik warga yang dibeli saat itu khusus untuk kepentingan proyek pengerukan sungai.
“Dulu tanah bapak saya juga ikut dibeli. Saya sendiri yang menerima uangnya. Kalau tidak tahun 1980, ya sekitar 1981. Kalau masih ragu, saya siap mengumpulkan kembali warga yang lahannya ikut dibeli pemerintah waktu itu,” ujar R dengan nada meyakinkan.

R juga menyebutkan bahwa warga saat ini sudah melihat dokumen milik BBWS yang mencantumkan luas lahan 26.079 M persegi, termasuk area yang kini digunakan sebagai lapangan sepak takraw dan bangunan ruko, Pungkasnya.

Hingga kini, polemik lahan BBWS di Desa Gedangan masih terus bergulir. Global7 akan mengawal perkembangan kasus ini serta mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
G7/SGX










