Global7.id – Jepara,
Di balik senyum ceria dan lagu-lagu pendidikan yang mengisi ruang-ruang Taman Kanak-Kanak, ada realitas pahit yang harus ditanggung sebagian besar guru TK swasta di Jepara dan daerah lainnya. Mayoritas dari mereka digaji sangat minim, bahkan nyaris tanpa penghargaan layak atas dedikasi dan pengorbanan mereka.
Mayoritas TK swasta dikelola oleh yayasan-yayasan kecil dengan kemampuan sumber daya manusia dan anggaran yang terbatas. Hal ini membuat banyak guru hanya menerima honor bulanan di kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000.
Ironisnya, di tengah tuntutan agar guru tampil rapi, segar, dan profesional, mereka juga harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dari ongkos bensin, sabun mandi, hingga makan dan minum.
“Jangan hanya menilai guru dari kacamata sinis-negatif. Banyak dari mereka yang bertahan mengajar lebih karena panggilan hati, bukan karena nominal gaji,” ujar Nor Samsyudin, seorang warga yang turut menyoroti nasib para guru dalam surat pledoinya.
Ia mencontohkan mantan pacarnya, Ana Khomsanah, S.Pd., S.H., M.H., yang telah mengabdi sebagai guru selama lebih dari 25 tahun. Pada 1988, Ana mulai mengajar di MTs Sukosono dengan gaji hanya Rp5.000 per bulan. Hingga akhir masa baktinya sebagai guru tiga sekolah swasta, gaji bulanannya tak lebih dari Rp80.000. Kini, meski menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Jepara (DPJ) setelah melewati uji kelayakan di DPRD, Ana tetap tidak menerima honor sedikit pun dari jabatan tersebut.
“Banyak guru yang rela mengajar dengan ikhlas, sementara sebagian besar dari kita hanya menuntut hasil — anak-anak pintar, sopan, dan berprestasi. Tapi pernahkah kita benar-benar memikirkan nasib guru-guru ini?, ” tambah Samsyudin.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak langsung memvonis kegiatan-kegiatan sekolah seperti study tour secara negatif tanpa memahami realitas para pendidik. Ia sepakat jika kegiatan itu perlu dikaji ulang, tetapi menegaskan pentingnya empati terhadap para guru, khususnya di jenjang pendidikan dini dan madrasah swasta.
Pledoi tersebut menjadi refleksi mendalam: sudah saatnya negara, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama mengupayakan penghargaan yang lebih layak bagi guru-guru yang telah berjasa dalam membentuk masa depan generasi bangsa.***
“Dalam hal ini guru TK ingin Pledoi atau pembelaan supaya mendapatkan gaji yang layak,”
Sumber: G7/AR.










