Perebutan Kursi Ketua PERADI Jepara Makin Seru, Advokat Sampaikan Kriteria Pemimpin Idaman

Global7 Jepara – Perebutan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Jepara periode 2026–2031 kian menjadi perhatian kalangan advokat. Menjelang dibukanya tahapan pencalonan, sejumlah anggota mulai menyampaikan harapan sekaligus kriteria sosok yang dinilai layak memimpin organisasi profesi advokat di Kabupaten Jepara. Minggu (12/7/2026).

 

Salah satu advokat, M. Rosyadi, S.H., M.H., menilai bahwa memimpin DPC PERADI Jepara bukanlah pekerjaan yang mudah. Menurutnya, organisasi yang dihuni para advokat dengan kemampuan argumentasi yang kuat membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional.

 

“Menurut saya, untuk memimpin PERADI Jepara tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan. Ketua juga harus memiliki jiwa yang penyabar, tenang, santun, mampu merangkul seluruh anggota, serta menciptakan suasana yang nyaman dan harmonis di dalam organisasi,” ujar Rosyadi.

 

Ia berharap ketua yang terpilih nantinya mampu menjadi pemersatu seluruh anggota, menjunjung tinggi profesionalisme, serta membawa DPC PERADI Jepara semakin maju, solid, dan berwibawa dalam menjalankan fungsi organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.

 

 

 

Pandangan senada disampaikan advokat Abdul Manan, S.Ag., M.H. Menurutnya, selain memiliki kecerdasan dan kapasitas intelektual, calon Ketua DPC PERADI Jepara harus memiliki kesabaran yang tinggi.

 

“Karena anggota PERADI adalah para advokat yang terbiasa berargumentasi dan memiliki pandangan hukum yang beragam, maka seorang ketua harus memiliki kesabaran yang luar biasa. Karakter seperti ini menjadi kebutuhan utama, berbeda dengan organisasi pada umumnya

 

 

Bacaan Lainnya

Abdul Manan menambahkan, seorang ketua juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan rekam jejak (track record) yang baik. Salah satu indikatornya adalah pernah memimpin organisasi atau lembaga bantuan hukum, sehingga memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi dan menyatukan berbagai karakter anggotanya.

 

 

“Yang tidak kalah penting, kita membutuhkan pemimpin yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Dengan begitu, ia tidak akan sibuk mencari kekurangan atau menjatuhkan orang lain, melainkan fokus membangun organisasi agar semakin maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Global7 /SGX

Pos terkait