Global7.id – Jepara,
Pasir Proyek PUPR yang ditumpuk di bahu jalan tanjakan Goren, Desa Mindahan Kidul RT 01 RW 06, Jepara, memicu kecelakaan pengguna jalan pada Kamis (22/1/2026). Warga menyebut material proyek itu diletakkan tanpa rambu peringatan memadai, sementara lokasi dikenal gelap karena tidak ada penerangan lampu jalan.
Material pasir tersebut disebut diturunkan di bahu jalan pada lokasi yang tergolong sempit dan menanjak. Kondisi semakin berbahaya karena minim rambu peringatan serta tidak adanya penerangan lampu jalan di sekitar titik kejadian.
Akibatnya, sejumlah pengguna jalan dilaporkan jatuh dan terpeleset usai menabrak tumpukan pasir yang berada di jalur rawan itu. Salah satu korban bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena mengalami luka cukup serius.
Salah seorang warga yang berada di lokasi menyebut tumpukan pasir dibiarkan begitu saja tanpa pengamanan memadai. Warga menilai tindakan kontraktor proyek terkesan sembrono dan mengabaikan keselamatan pengendara.
“Ngawur sopir kontraktor pengerjaan proyek tersebut. Sudah tahu jalan sempit, nggak ada lampu penerangan, kok menaruh material seenaknya tanpa memikirkan pengguna jalan. Kalau sudah terjadi kecelakaan begini siapa yang tanggung jawab?” ujar warga dengan nada tinggi dan wajah penuh amarah.
Korban Tak Sadarkan Diri, Dirujuk ke RSUD Kartini
Insiden paling serius dialami seorang pengguna jalan bernama Sinta, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Korban dilaporkan sempat tidak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
Korban pertama kali dibawa ke Puskesmas Batealit, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kartini untuk menjalani penanganan lanjutan.
Dari informasi yang diterima, Sinta mengalami luka di bagian dagu dan kening, serta membutuhkan perawatan intensif. Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani perawatan di RSUD Kartini.
Dalam Dua Jam, Disebut Sudah Lima Orang Jadi Korban
Warga mengungkapkan, kejadian kecelakaan bukan hanya sekali. Mereka menyebut ada sejumlah pengguna jalan lain yang mengalami insiden serupa dalam rentang waktu yang cukup singkat.
“Kecelakaan mulai jam 17.00 sampai 19.00 WIB sudah ada 5 orang yang jatuh dan menabrak pasir. Salah satunya Sinta warga Tanjung, dan pengguna lainnya,” tambah warga.
Kondisi ini pun memicu kemarahan warga, karena mereka menilai tidak ada tindakan cepat dari pihak terkait untuk mengamankan lokasi.
Warga Gotong Royong Singkirkan Material Demi Cegah Korban Susulan
Karena khawatir akan ada korban berikutnya, warga sekitar akhirnya turun tangan. Mereka membersihkan material pasir dan memindahkannya ke pinggir jalan agar tidak lagi berada di jalur utama.
Proses pembersihan dilakukan secara manual dan memakan waktu cukup lama.
Warga menyebut, kegiatan pemindahan material itu berlangsung kurang lebih dua jam, semata-mata demi mencegah kecelakaan susulan di jalur yang dikenal rawan.
Desak Polisi Turun Tangan, Minta PUPR Bertanggung Jawab
Warga menuntut agar pihak kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut, termasuk memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas penurunan material pasir di area berbahaya.
Mereka meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang dinilai lalai, baik dari unsur kontraktor maupun pihak terkait lainnya.
Selain itu, warga juga mendesak agar pihak PUPR segera memberikan perhatian serius, termasuk ganti rugi kepada korban dan keluarga.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PUPR disebut belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan masih belum mendapat jawaban.
G7/OBENG










