Global7.id – Kudus,
MBG disetop sementara oleh Pemerintah Kabupaten Kudus setelah insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1). Sedikitnya 117 siswa harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit usai mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sedikitnya 117 siswa harus dilarikan ke tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus setelah mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan lemas saat kegiatan belajar berlangsung. Dugaan sementara, keracunan dipicu menu soto MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
Para siswa dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD dr Loekmonohadi, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. Selain yang dirawat, ratusan siswa lain masih dalam observasi tim kesehatan sekolah dan dinas terkait.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, langkah penghentian sementara distribusi MBG dilakukan sebagai upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah daerah juga menyiapkan 50 unit ambulans untuk memastikan seluruh siswa yang bergejala mendapat penanganan cepat.
“Begitu ada indikasi keracunan, kami langsung ambil tindakan. Seluruh pengampu SPPG akan dikumpulkan untuk evaluasi dan pembinaan,” kata Sam’ani.
Pemkab Kudus juga membuka posko kesehatan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berlokasi tepat di samping sekolah. Posko ini difungsikan untuk pemantauan lanjutan, termasuk bagi siswa yang tidak masuk sekolah namun berpotensi mengalami gejala serupa.
Sam’ani memastikan, seluruh biaya pemeriksaan dan perawatan siswa dig ratiskan. Kabupaten Kudus telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) 99,5 persen, sehingga layanan kesehatan terjamin melalui BPJS Kesehatan. Bagi siswa yang belum terdaftar, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial akan melakukan pendaftaran cepat agar langsung aktif.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperbaiki tata kelola program MBG agar tujuan peningkatan gizi pelajar tetap tercapai tanpa mengorbankan keselamatan.
G7/SM










