Global7.id – Kudus,
Diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus kepada salah satu santri.
Akibatnya, jari-jari dari kedua tangannya melepuh setelah dicelupkan ke dalam air mendidih. Salah satu santri bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi akibat luka bakar yang dialaminya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah santri itu semula ketahuan melakukan pelanggaran yakni merokok. Kemudian para santri dibawa oknum pengurus ponpes, dan selanjutnya diberikan hukuman.
Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Haniah membeberkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin, 27 Mei 2024 lalu. Pihaknya mengaku baru mendapat aduan kekerasan dari orang tua korban, Kamis, 6 Juni 2024.
“Jadi ada beberapa santri, intinya melakukan pelanggaran pondok, merokok, sehingga mungkin peringatan pertama tidak diindahkan lalu ada peringatan kedua. Hukuman itu dengan dicelupkan ke air yang mungkin kan panas karena sampai melepuh,” ujar Haniah saat dikonfirmasi, Jumat, (7/6/2024).
Pihaknya juga mengaku, telah menjenguk salah satu santri yang sempat di Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Pati hari ini, Jumat, 7 Mei 2024. Santri tersebut disebut mengalami luka yang paling parah diantara santri lainnya.
“Jadi sampai kulitnya mengelupas, dikasih hasil foto habis operasi ngeri, karena mengelupas. Pas saya ke sana juga masih basah, ini kan akhirnya jadi luka permanen. Kalau perawatan tidak higenis kan berbahaya,” tuturnya.
Terpisah, Waka Polres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha membenarkan bahwa adanya pelaporan tersebut. Adapun terduga pelaku yang dilaporkan yakni pengasuh pondok setempat berinisial S.
“Benar, sudah ada laporan masuk, inisial S (terduga pelaku, Red). Nanti kita tindak lanjuti,” imbuhnya.
Pihaknya menyebut ada 12 santri yang menjadi korban atas peristiwa serupa. Sebagian besar korban sudah menjalani perawatan, akibat tangan yang melepuh usai dihukum mencelupkan tangan ke air panas.***
Sumber: Bpost.










