Global7.id – Nasional,
Kericuhan guru dan siswa SMKN 3 Tanjabtim viral di media sosial pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah beredar video berdurasi 3 menit 28 detik yang memperlihatkan cekcok hingga ricuh di lingkungan sekolah Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi. Insiden tersebut langsung menyita perhatian publik dan memicu beragam reaksi warganet terkait keamanan serta etika komunikasi di dunia pendidikan.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang guru terlibat adu argumen dengan beberapa siswa. Cekcok mulut itu kemudian memanas hingga berujung ricuh, bahkan diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap guru oleh sejumlah murid. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh banyak siswa lain yang berada di sekitar lokasi.
Diduga Dipicu Ucapan Sensitif
Berdasarkan informasi yang berkembang di media sosial, kericuhan ini diduga dipicu oleh ucapan guru yang dinilai menyinggung perasaan siswa. Guru tersebut disebut-sebut melontarkan kalimat yang mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan sebutan “miskin”. Ucapan itu memancing emosi dan memicu reaksi keras dari para siswa hingga situasi tak terkendali.
Dalam video terlihat beberapa siswa diduga terlibat langsung dalam kericuhan, sementara lainnya hanya menyaksikan. Suasana sekolah tampak gaduh dan menarik perhatian warga sekitar, menimbulkan kekhawatiran soal keamanan dan kondusivitas lingkungan pendidikan.
Video Lanjutan Picu Kekhawatiran
Tak berhenti di situ, beredar pula video lanjutan pascakejadian yang memperlihatkan guru tersebut diduga mengejar sejumlah siswa sambil membawa senjata tajam jenis celurit. Video lanjutan ini semakin memicu perhatian publik dan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan di lingkungan sekolah.
Beragam komentar pun bermunculan. Warganet menyoroti pentingnya etika komunikasi antara pendidik dan peserta didik, sekaligus mendesak adanya penanganan yang adil agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi Benarkan Kejadian
Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah awal dengan menempuh jalur mediasi.
“Ya benar, kami akan melakukan mediasi hari ini terkait masalah ini bersama pihak sekolah, guru yang bersangkutan, orang tua murid, serta unsur Forkopimcam. Mudah-mudahan ada titik terang,” ujar IPTU Hans saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, pendekatan kekeluargaan diharapkan mampu meredam ketegangan dan mencegah konflik berkepanjangan, sekaligus menjaga proses belajar-mengajar tetap berjalan.
Jadi Perhatian Publik
Kasus ini masih menjadi sorotan luas masyarakat. Banyak pihak berharap penyelesaian dilakukan secara bijaksana dan proporsional, tanpa mengesampingkan aspek hukum dan perlindungan terhadap semua pihak. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya menjaga etika, komunikasi yang sehat, serta keamanan di lingkungan pendidikan.
Dengan penanganan yang tepat, publik berharap dunia pendidikan tetap menjadi ruang aman bagi guru dan siswa untuk belajar, bertumbuh, dan saling menghormati.
G7/JBC










