Global7.id – Jepara,
Rumah roboh Jepara kembali terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang. Satu unit rumah warga di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, ambruk pada Rabu (14/1/2026) siang setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa jam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40 WIB dan menimpa rumah milik Sareh, warga RT 02 RW 04 Desa Ngetuk. Bangunan rumah yang sebagian besar berbahan material lama tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, membenarkan adanya laporan rumah roboh tersebut. Ia mengatakan, tim BPBD langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Berdasarkan laporan awal yang kami terima pukul 14.40 WIB, rumah roboh diduga kuat akibat hujan deras dan angin kencang. Saat ini petugas masih melakukan cross check ke lapangan untuk memastikan kondisi bangunan serta dampak yang ditimbulkan,” ujar Arwin kepada wartawan.
Tim BPBD Turun ke Lokasi
Menurut Arwin, BPBD Jepara telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, relawan kebencanaan, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan pendataan awal. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah pemilik rumah membutuhkan bantuan darurat, baik berupa logistik maupun material penanganan awal.
“Koordinasi dengan perangkat desa sudah kami lakukan. Pendataan sangat penting untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan warga terdampak. Jika diperlukan, kami siap menyalurkan bantuan sesuai prosedur,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah dilaporkan selamat, meski mengalami kerugian material akibat robohnya bangunan tempat tinggalnya.
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jepara
Arwin menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi di wilayah Jepara dan sekitarnya. Berdasarkan pemantauan BPBD, sejumlah kecamatan rawan terdampak hujan lebat disertai angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan sudah tua atau berada di area terbuka. Pastikan lingkungan sekitar aman dari pohon rapuh atau baliho yang berpotensi roboh,” tegasnya.
Ia juga meminta warga segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda kerusakan bangunan, tanah retak, maupun kejadian lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Warga Diminta Tidak Panik, Tetap Siaga
Kecamatan Nalumsari sendiri dalam beberapa hari terakhir dilaporkan kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang memengaruhi wilayah Jawa Tengah bagian utara.
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui BPBD menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan bencana. Relawan serta aparat desa juga diminta untuk aktif menyosialisasikan langkah-langkah mitigasi bencana kepada warga.
“Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga. Keselamatan jiwa adalah yang utama. Jika kondisi cuaca memburuk, segera cari tempat aman dan hindari aktivitas di luar rumah yang berisiko,” tambah Arwin.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
Musim hujan tahun ini disebut masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. BPBD Jepara mengingatkan warga untuk rutin membersihkan saluran air, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta memperkuat struktur bangunan jika memungkinkan.
Peristiwa robohnya rumah di Desa Ngetuk ini menambah daftar kejadian kebencanaan akibat cuaca ekstrem di Jepara dalam sepekan terakhir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi alarm penting akan perlunya kesiapsiagaan bersama menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.
BPBD memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi dan siap merespons cepat setiap laporan kejadian bencana dari masyarakat. Warga diimbau memanfaatkan jalur komunikasi resmi apabila membutuhkan bantuan darurat.
G7/BPBD










