Global7.id – Nasional,
Dunia kepolisian kembali diguncang kabar tak sedap. Seorang perwira aktif yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba di Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, dikabarkan diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Selatan.
Penangkapan ini langsung menyedot perhatian publik dan menjadi sorotan luas di media sosial, terlebih kasus tersebut terjadi di tengah komitmen pemberantasan narkotika yang terus digencarkan aparat penegak hukum.
Berawal dari Pengungkapan 100 Gram Sabu
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum dugaan keterlibatan oknum perwira tersebut terungkap, aparat lebih dulu mengamankan dua orang berinisial ET dan O oleh jajaran kepolisian di wilayah Tana Toraja.
Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti sabu seberat kurang lebih 100 gram. Nilai barang haram tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam pemeriksaan, ET disebut mengaku telah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum anggota kepolisian sejak September 2025. Total aliran dana yang disebutkan mencapai Rp13 juta.
Pengakuan inilah yang kemudian menjadi pintu masuk pengembangan kasus hingga menyeret nama pejabat di lingkungan Polres Toraja Utara.
Polda Sulsel Benarkan Penempatan Khusus
Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Zulham Effendy.
Menurutnya, AKP Arifan bersama seorang anggota lain berinisial N yang menjabat sebagai Kanit telah menjalani penempatan khusus (patsus) untuk pemeriksaan awal.
“Benar, kita sudah melakukan penempatan khusus untuk pemeriksaan awal,” ujar Zulham saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Penempatan khusus merupakan langkah internal guna mendalami dugaan pelanggaran kode etik maupun pidana sebelum proses hukum lebih lanjut ditentukan.
Sementara itu, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, memilih irit bicara dan meminta agar konfirmasi lanjutan diarahkan ke Polda Sulsel.
Baca Juga: Viral Dituding Begal di Jalur Kembang–Bangsri, Yoyok Akhirnya Buka Suara! Ini Penjelasan Polisi
Sorotan Publik: Polisi Terjerat Narkoba Kembali Terulang
Kasus ini menambah daftar panjang oknum aparat yang diduga terlibat dalam praktik peredaran narkoba. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan perkara yang menjerat AKBP Didik Putra Kuncoro dalam kasus berbeda.
Fenomena ini memicu keprihatinan luas karena aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi narkotika, bukan justru terlibat di dalamnya.
Di media sosial, tagar terkait “polisi narkoba” dan “beking bandar” mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah warganet meminta proses hukum dilakukan secara transparan tanpa tebang pilih.
Komitmen Pemberantasan Narkoba Dipertanyakan
Toraja Utara sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan pengawasan ketat terhadap peredaran narkotika. Namun dengan munculnya dugaan keterlibatan pejabat internal, kepercayaan publik kembali diuji.
Polda Sulsel memastikan pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan objektif. Jika terbukti bersalah, sanksi etik maupun pidana akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan internal di tubuh kepolisian harus terus diperkuat. Reformasi dan transparansi menjadi tuntutan publik demi menjaga marwah institusi.
G7/KMP










