Global7.id – Jepara | Minggu 28 Desember 2025
Jepara terus bergerak dan berubah. Kota yang selama puluhan tahun dikenal sebagai “Kota Ukir” dengan suasana tenang dan tradisional, kini menjelma menjadi daerah yang modern, sibuk, dan semakin mirip kota metropolitan. Banyak yang bangga melihat kemajuan ini, tetapi tak sedikit yang rindu Jepara tempo dulu, Minggu (28/12/25).
Jepara Tempo Dulu: Tenang, Hangat, dan Identik dengan Kayu
Pada era 80-an hingga awal 2000-an, Jepara identik dengan:
- aktivitas tukang kayu di hampir setiap sudut kampung
- aroma kayu jati dan mahoni yang khas
- jalan yang lengang dan tidak padat
- suasana kota yang adem dan penuh keakraban
- wisata pantai yang belum seramai sekarang
Industri mebel benar-benar menjadi “denyut nadi” Jepara. Produk ukir Jepara menguasai pasar nasional hingga menembus pasar internasional seperti Amerika, Timur Tengah, hingga Eropa.
Itulah masa ketika Jepara dikenal sebagai kota yang sederhana, tetapi penuh kebanggaan.
Jepara Sekarang: Kota Industri, Wisata, dan Kehidupan Modern
Memasuki era sekarang, Jepara berubah drastis.
Selain tetap dikenal sebagai kota ukir, Jepara kini berkembang sebagai kota industri padat karya. Kawasan industri di Kalinyamatan, Mayong, Pecangaan, hingga Batealit menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Berbagai pabrik besar berdiri dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Data menunjukkan:
- PT Parkland World Indonesia (PWI) ± 20.000 pekerja
- PT Hwaseung Indonesia ± 13.000 pekerja
- PT Kanindo Makmur Jaya ± 6.000 pekerja
- PT Sami JF ± 6.000 pekerja
- PT Jiale Indonesia ± 4.000 pekerja
- ditambah puluhan perusahaan besar lain serta ratusan industri furnitur kecil & menengah yang tersebar di seluruh wilayah
Hanya dari sejumlah pabrik besar itu saja, jumlah tenaga kerja sudah di atas 50.000 orang. Belum termasuk pekerja furnitur tradisional dan UMKM yang jumlahnya puluhan ribu.
Inilah bukti bahwa Jepara tidak lagi hanya kota kayu tapi juga kota industri modern.
Dampaknya: Jepara Kini Mulai Macet Seperti Kota Besar
Pertumbuhan pabrik dan aktivitas ekonomi yang tinggi membawa konsekuensi besar.
Kini Jepara mulai “bernapas” layaknya kota metropolitan:
- jalanan makin padat
- kendaraan niaga & truk logistik meningkat
- jam sibuk membuat sejumlah titik macet panjang
- kawasan industri jadi pusat keramaian baru
Fenomena ini menjadi topik yang sering dibicarakan warga. Ada yang menyebutnya tanda kemajuan, ada pula yang merasa Jepara kini “tak lagi senyaman dulu”.
Warga: Bangga, Tapi Juga Rindu
Banyak warga mengaku bangga Jepara semakin maju, dikenal luas, dan menjadi pusat ekonomi kuat. Namun, rasa rindu terhadap suasana tempo dulu sulit dihilangkan.
“Jepara sekarang maju, ramai, hidup. Tapi suasana santai dan hangat dulu tetap bikin kangen,” begitu kira-kira suara sebagian masyarakat.
Jepara Berubah… Tapi Jiwanya Tetap Sama
Modern, ramai, penuh industri, wisata hidup, ekonomi bergerak cepat itulah Jepara hari ini. Namun satu hal tetap sama: Jepara tetap kota budaya, kota seni, kota kenangan, dan rumah bagi warganya.
Kini tinggal satu pertanyaan…
Jepara Tempo Dulu atau Jepara Sekarang Mana yang Paling Kamu Rindukan?
G7/TEAM










