Global7.id – Jepara,
Melanjutkan berita tentang Sunardi (70) yang viral karena membangun jembatan yang memiliki panjang 28 meter dengan lebar 1,5 karena akses dari rumahnya menuju jalan raya atau jalan Dr. Wahidin ditutup oleh pemilik lahan yang merupakan tetangganya sendiri.
“Sekitar dua bulan yang lalu, akses jalan dari rumah saya menuju ke Jalan Dr Wahidin Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara Kota, ditutup oleh pemilik lahan atau rumah di depannya. Sehingga saya sekeluarga tidak bisa keluar masuk ke jalan raya tersebut untuk beraktivitas sehari-hari seperti biasanya,” ujar Sunardi dari pemberitaan sebelumnya.
Area jembatan itu berada di permukiman padat. Terlihat akses jalan menuju rumah Sunardi hanya muat satu motor. Namun berjalan ke depan langsung menuju ke sebuah garasi mobil yang terdapat pintunya.
Pintu garasi mobil yang menuju rumah Sunardi terlihat terbuka. Namun tidak terlihat ada aktivitas motor menuju rumah ke belakang, keluarga Sunardi disebut menggunakan jembatan itu untuk akses sehari-hari. Pihak Sunardi enggan berkomentar banyak kepada wartawan. Mereka menilai permasalahan tersebut telah selesai.
Terpisah, adik Sunardi, Kemadi membenarkan kabar kakaknya membangun jembatan karena tidak mendapat akses dari rumah ke jalan raya. Oleh karena itu, pihak keluarga Sunardi membuat jembatan secara pribadi. Sebelum ada jembatan, keluarga Sunardi menyeberang sungai kanal dengan rakit.
“Ya intinya kita tidak ada akses jalan sehingga kita buat jembatan itu secara pribadi, ” jelas Kemadi mengutip dari portal Detikjateng.
Menurutnya, jembatan ini dibuat sejak 20 Agustus 2024 lalu. Jembatan ini memiliki panjang 28 meter dan lebar 1,5 meter. Namun jembatan ini belum sepenuhnya jadi.
Sementara itu, tetangga Sunardi yang berinisial S mengaku sempat menutup jalan akses menuju ke rumah Sunardi pada 19 Agustus 2024 lalu. Namun penutupan ini dilakukan hanya sekitar dua hari.
Tetangga Sunardi, S beralasan karena tetangganya saat menaiki sepeda motor kencang hingga sampai tengah malam. Padahal dirinya memiliki cucu yang masih kecil.
“Berulang kali saya buka pintu tidak ditutup. Terus keluar masuk naik motor kencang. Naik motor itu kencang,” jelas S.
Pihaknya dan keluarga Sunardi akhirnya membuat kesepakatan. Dia memberikan akses jalan selama dua tahun, setelahnya jalan itu bakal ditutup.
“Kita akan buat perjanjian tertulis 2 tahun jalan ini digunakan silakan. Jadi 2 tahun dibuka. Terserah itu nanti monggo atau pindah. Mereka bangun jembatan kami tidak tahu,” terang S.
Diketahui, Lantai jembatan belum jadi, sementara dipasangi pelat logam. Meski demikian jembatan ini telah digunakan untuk melintas beberapa orang.
Menurutnya, Sunardi tinggal bersama keluarga besarnya. Ada 5 kepala keluarga yang tinggal dengan Sunardi berada di tepi sungai.
Jembatan ini dibuat dengan uang pribadi kakaknya perempuan. Jembatan dari besi sepanjang 28 meter dengan lebar 1.5 meter.
“Sekitar Rp 250 juta pakai uang mandiri,” terang dia.
Menurutnya jembatan ini belum sepenuhnya jadi. Meski demikian jembatan tersebut telah bisa digunakan untuk akses keluarga Sunardi sehari-hari.
“Belum jadi tapi sudah bisa digunakan untuk akses jalan,” terang dia.
Dikonfirmasi terpisah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Demaan, Polsek Jepara, Bripka Suyoko mengatakan duduk perkara pembuatan jembatan ini setelah adanya penutupan akses jalan dari keluarga S yang memiliki tanah di depan rumah Sunardi pada 19 Agustus 2024 lalu. Lalu keluarga Sunardi melakukan mediasi dengan keluarga S.
“Akan tetapi tidak didapatkan mufakat,” jelasnya.
Tetangga Sunardi tetap menutup akses jalan yang di lokasi menjadi garasi mobil milik S. Setelah itu Sunardi berinisiatif membangun jembatan sendiri pada 23 Agustus 2024 lalu. Jembatan ini telah dibuka pada Jumat (8/11) lalu dan permasalahan ini telah dianggap selesai. Kedua belah pihak tidak mau dimediasi.***
Sumber: Dtkjateng.










