Innalillahi Pelajar MTs Asal Bategede Tewas Tenggelam di Kali Tempor Kalinyamatan Jepara, Polisi: 3 Pelajar Mandi di Sungai, 1 Meninggal Dunia

Foto, Evakuasi jenazah yang di lakukan masyarakat sekitar dan pihak kepolisian

Global7.id – Jepara,

Peristiwa tragis terjadi di RT 12 RW 4 Kali Tempor, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Kamis (12/12) sekira pukul 12.15 WIB. Seorang pelajar MTs berusia 15 tahun, bernama Muhammad Zadaturrohman, dilaporkan tewas tenggelam, sementara dua temannya berhasil selamat.

Kapolsek Kalinyamatan Iptu Suyatmoko, saat dihubungi Global 7, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika tiga pelajar itu berencana jalan-jalan di sekitar Kali Tempor.

 

Kronologi Menurut Kapolsek Kalinyamatan

Menurut Iptu Suyatmoko, ketiga pelajar awalnya hanya berjalan-jalan di kawasan sungai. Tidak lama kemudian, mereka memutuskan untuk mandi di sungai tersebut. Namun beberapa saat setelah masuk ke air, arus diduga kuat menghanyutkan salah satu dari mereka.

“Awalnya tiga pelajar itu jalan-jalan ke sungai, lalu mandi bersama. Kejadian naas terjadi, satu anak meninggal dunia dan dua lainnya selamat,” jelas Kapolsek Kalinyamatan Iptu Suyatmoko kepada Global 7.

 

Warga sekitar yang mengetahui kejadian berusaha melakukan pertolongan, namun korban sudah tenggelam dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Identitas Korban

Korban adalah:

  • Nama: Muhammad Zadaturrohman (15)
  • Status: Pelajar MTs Salafiyah Lebuawu, santri Pondok Pesantren milik KH. Rohmat Yasin Ma’ruf
  • Alamat: Desa Bategede
  • Orang tua: Ngadimin & Musriah

 

Pihak pondok pesantren dan keluarga saat ini dalam proses pemulasaran dan penanganan kejadian.

Imbauan dari Kepolisian

Kapolsek menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelajar dan anak-anak, terutama di area sungai yang memiliki arus tidak terduga.

“Beberapa titik di Kali Tempor memiliki kedalaman dan arus yang berbahaya. Kami harap masyarakat lebih waspada,” tegasnya.

Warga Diminta Lebih Berhati-Hati

Musim hujan membuat debit air meningkat dan permukaan air terlihat tenang padahal arus di bawahnya deras. Kolaborasi warga, pemerintah desa, dan aparat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.

 

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini menjadi pengingat agar aktivitas bermain atau mandi di sungai dilakukan dengan pengawasan ketat dan memperhatikan kondisi alam.

 

 

G7/TEAM

Pos terkait