Ikuti Google Maps Saat Mudik, Satu Keluarga Nyasar ke Hutan Gelap di Pemalang, Diselamatkan Polisi di Tengah Hujan

Pemudik tersesat di hutan Pemalang saat ikuti Google Maps saat mudik malam hari
Pemudik tersesat di hutan Pemalang saat mudik karena Google Maps

Global7.id – Pemalang, 

Ikuti Google Maps saat mudik justru menjadi pengalaman menegangkan bagi Arif Irawan (37), pemudik asal Banyumas yang tersesat hingga masuk kawasan hutan gelap di Pemalang, Jawa Tengah.

 

Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam, 22 Maret 2026, saat Arif dalam perjalanan menuju Pekalongan menggunakan sepeda motor. Awalnya, perjalanan berjalan lancar. Namun, situasi berubah ketika ia tergoda memilih jalur alternatif yang dianggap lebih cepat dan mampu memangkas jarak sekitar 4 kilometer.

 

Jalur Sepi Berubah Jadi Mencekam

Setelah sempat beristirahat, Arif melanjutkan perjalanan melalui wilayah Desa Pabuaran. Tak lama, ia mulai merasa ada yang janggal. Jalan yang dilalui semakin sempit, gelap, tanpa penerangan, dan jauh dari permukiman warga.

 

Tanpa disadari, keluarga tersebut telah masuk kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh. Kondisi semakin mencekam saat malam semakin larut dan suasana sekitar benar-benar sunyi.

 

“Saya sempat merasa ada yang salah dan ingin putar balik,” ujar Arif, seperti dikutip dari laporan media, Selasa (24/3/2026).

 

Hujan Turun, Motor Terjebak Lumpur

Situasi makin sulit ketika hujan tiba-tiba turun. Jalan tanah yang dilalui berubah menjadi licin dan berlumpur. Motor yang dikendarai Arif beberapa kali tergelincir hingga akhirnya tidak bisa melanjutkan perjalanan.

 

Bacaan Lainnya

Dalam kondisi gelap gulita di tengah hutan, tanpa bantuan dan akses jalan jelas, Arif bersama keluarganya sempat diliputi kepanikan.

 

Namun beruntung, sinyal telepon masih tersedia. Dalam kondisi darurat, Arif segera menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 untuk meminta pertolongan.

 

Polisi Bergerak Cepat, Evakuasi Dramatis

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Polsek Bodeh, Polres Pemalang. Petugas bersama warga setempat bergerak menuju lokasi dengan menyusuri medan berat berupa jalan berlumpur dan kawasan hutan gelap.

 

Setelah pencarian, Arif dan keluarganya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meski mengalami kelelahan dan trauma ringan.

 

Mereka kemudian dievakuasi ke rumah perangkat desa untuk beristirahat. Sementara itu, petugas kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor yang tertinggal di tengah hutan.

 

Proses ini tidak mudah. Motor harus ditarik secara gotong royong melewati jalur ekstrem yang licin akibat hujan. Namun akhirnya kendaraan berhasil dikeluarkan.

 

Diantar Hingga Kampung Halaman

Tidak berhenti sampai di situ, polisi juga mengantar Arif beserta keluarga hingga tiba dengan selamat di tujuan mereka di Pekalongan.

 

Rasa syukur pun diungkapkan Arif atas bantuan cepat aparat kepolisian.

 

“Terima kasih, kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin kami masih terjebak di sana,” ujarnya.

 

Baca Juga: Kisah Haru di Arus Mudik: Tas Pemudik Hilang, Polisi Temukan dan Jaga Sampai Pemiliknya Ditemukan

 

Imbauan Penting untuk Pemudik

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi para pemudik. Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti jalur alternatif dari aplikasi navigasi, terutama di daerah yang belum dikenal dan minim penerangan.

 

Selain itu, pemudik diminta tetap menggunakan jalur resmi serta segera memanfaatkan layanan darurat 110 jika menghadapi situasi berbahaya di perjalanan.

 

Kisah Arif Irawan bukan sekadar cerita tersesat, tetapi gambaran nyata bagaimana teknologi bisa menyesatkan jika tidak digunakan dengan bijak. Di tengah gelapnya hutan dan derasnya hujan, satu hal yang menyelamatkan adalah keberanian untuk meminta bantuan.

Mudik bukan soal cepat sampai tetapi tentang pulang dengan selamat.

 

G7/KMP

Pos terkait