Gegara Investasi Bodong, Ibu Pelaku Meninggal dan Rumahnya Dikuras Habis Korbannya

Global7.id – Jepara,

Mengingat berita yang sedang viral beberapa hari terakhir ini soal kejadian kasus investasi bodong yang terjadi di desa Jambu kecamatan Mlonggo, ternyata ada duka yang mendalam untuk keluarga pelaku Yeni Anggraini, Minggu (31 Juli 2021).

 

Diketahui, investasi bodong yang menelan korbanya di daerah kabupaten Jepara yang sudah berjalan hampir dua tahun ini sudah mencapai kerugian 4 milyar. Sejak kejadian kecurigaan terhadap Yeni pada Kamis 29 Juli kemarin, para korbannya berbondong-bondong mendatangi rumah Yeni untuk meminta ganti rugi hingga mengambil barang-barang berharga yang ada di rumah Yeni namun, pihak kepolisian sudah siap siaga di rumah Yeni.

Kapolsek Mlonggo Iptu Tjipto mengatakan terduga pelaku investasi bodong Yeni Anggraini telah menipu sekira 500 orang.

“Para pelapor sudah laporan ke Polres, tapi tidak diterima, karena tidak bisa menunjukkan bukti penyerahan uang,” kata Kapolsek Mlonggo Iptu Tjipto.

Dia menjelaskan, pelaku menjalankan aksinya melalui seller.

Korban menyerahkan uangnya tidak langsung ke pelaku tapi ke sellernya.

“Nah, sellernya itu jumlahnya banyak,” jelas dia.

Sayangnya, korban tidak bisa menunjukkan bukti serah terima uang ke seller saat melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

 

Menurutnya, saat ini kondisi di rumah terduga pelaku investasi bodong sudah aman.

Terduga pelaku dan keluarga tidak ada di rumah.

Saat ini personel polisi berjaga di rumah terduga pelaku untuk mencegah tindakan anarkis dari para korban lainnya.

Dikatakan Tjipto, setiap pintu rumah pelaku dikunci, selalu ada yang mendobrak.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka kondisi rumah pelaku dijaga polisi

(foto rumah Yeni Anggraini yang diduga pelaku penipuan modus investasi bodong di desa Jambu kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara/istimewa)

Tak hanya itu, dari keterangan warga sekitar dan tetangga Yeni bahwa orang tuanya Yeni yang mengetahui apa yang dilakukan Yeni mengenai penipuan modus investasi bodong membuat “bu Kho” (ibunya) sakit-sakitan hingga meninggal dunia yang kabarnya belum genap 40 hari.

 

Untuk mengganti kerugian para korbannya yang tertipu modus investasi bodong, apakah keluarga Yeni mau bertanggungjawab? sampai saat ini belum ada informasi yang jelas. Dan menurut informasinya Yeni masih tahap pengembangan kasus dan buron.***

Pos terkait