Duel Maut di Jember: Kakak-Adik Carok Gegara Batas Tanah, Satu Nyawa Melayang

Foto, Duel Maut di Jember: Kakak-Adik Carok Gegara Batas Tanah, Satu Nyawa Melayang

Global7.id – Jember, 

Duel maut atau carok kembali terjadi di Kabupaten Jember. Kali ini, peristiwa berdarah tersebut melibatkan dua pria yang masih bersaudara di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Perselisihan soal batas tanah diduga menjadi pemicu utama hingga berakhir tragis: satu orang tewas dengan luka parah di tubuhnya.

 

Camat Kalisat, Nuryadi, mengungkapkan carok terjadi pada Senin pagi (26/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diketahui bernama Sumarsono (52), sementara pelaku adalah Buradi (68). Keduanya merupakan warga Dusun Krajan, Desa Glagahwero.

 

“Dua-duanya masih saudara kandung dan tinggal satu dusun. Perselisihan mereka sudah berlangsung beberapa waktu terkait batas tanah,” ujar Nuryadi.

 

Menurut keterangan warga, konflik memanas sejak Sabtu malam (24/1). Kedua pria itu sempat bersitegang sambil membawa senjata tajam, namun berhasil dilerai warga. Bahkan, telah ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara damai di kantor desa.

 

“Rencananya dimediasi, tapi belum sempat terlaksana. Pagi harinya justru terjadi carok,” tambahnya.

 

Kapolsek Kalisat, Iptu Ika Mufid Dati, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban sedang menyapu halaman rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang dan langsung membacok korban menggunakan sabit.

 

“Bacokan pertama mengenai punggung korban. Bacokan kedua ditangkis dengan tangan kanan korban hingga telapak tangannya terluka parah,” jelas Iptu Ika.

 

Bacaan Lainnya

Korban sempat melarikan diri ke rumah Ketua RW setempat untuk meminta pertolongan. Namun, pelaku tetap mengejar dan kembali melakukan pembacokan hingga korban terjatuh. Luka bacok di bagian perut menyebabkan usus korban terburai.

 

Warga akhirnya berhasil melerai dan mengamankan pelaku sebelum dibawa ke Polsek Kalisat. Sementara korban dilarikan ke RSUD Soebandi Jember, namun nyawanya tak tertolong.

 

Kasus carok sesama saudara ini kini dalam penanganan kepolisian dan menjadi pengingat keras bahwa konflik agraria di tingkat desa masih rawan memicu kekerasan ekstrem jika tak segera dimediasi secara tuntas.

 

G7/DTKJ

Pos terkait