Global7.id – Nasional,
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan menyisir satu per satu penggunaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut ditegaskan bukan bentuk penolakan terhadap MBG, melainkan upaya memastikan program prioritas pemerintah itu berjalan efektif dan tepat sasaran.
Purbaya mengatakan, evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi penerima. Jika dalam penyisiran ditemukan anggaran yang tidak optimal, maka dana tersebut berpotensi dialihkan ke program lain yang lebih produktif atau digunakan untuk menutup defisit APBN.
“MBG akan kita lihat seperti apa. Saya sih nggak anti program MBG, tapi saya ingin lihat programnya berjalan secara optimal. Nanti kita sisir satu-satu, ada nggak yang nggak optimal, ada nggak yang bisa kita sisihkan untuk mengurangi defisit atau dialihkan ke program yang lebih baik,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Penyisiran anggaran MBG dilakukan setelah Kementerian Keuangan mencermati realisasi anggaran tahun sebelumnya yang tidak sepenuhnya terserap. Dengan adanya penambahan alokasi anggaran pada tahun ini, Purbaya menekankan pentingnya pengukuran manfaat secara jelas dan terukur.
Menurutnya, catatan penggunaan anggaran tahun lalu menunjukkan serapan belum maksimal meski nilainya mencapai puluhan triliun rupiah. Karena itu, evaluasi mendalam diperlukan sebelum program dijalankan penuh selama satu tahun anggaran.
“Kalau kita lihat record tahun lalu, yang habisnya sekian puluh triliun nggak sampai seratus. Kalau full year tahun ini dengan penambahan penerima manfaat, kita bisa ukur kira-kira berapa sih,” jelasnya.
Purbaya juga mengungkapkan akan segera menggelar rapat dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) untuk membahas kemungkinan pemangkasan atau penyesuaian anggaran MBG. Evaluasi akan dilakukan secara detail hingga ke pos anggaran terkecil.
“Saya akan rapat dengan DJA anggaran minggu ini, kalau nggak besok mungkin. Kita lihat satu line by line seperti apa,” tegasnya.
Langkah Kementerian Keuangan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan program unggulan seperti MBG tidak hanya besar dari sisi anggaran, tetapi juga optimal dari sisi manfaat bagi masyarakat.
Evaluasi anggaran MBG ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas belanja negara serta menjaga keseimbangan fiskal sebagaimana target dalam pengelolaan https://www.kemenkeu.go.id
G7/DTK










