Dua Videotron Senilai Miliaran di Jepara Mati, Apakah Diciptakan Tahan Air?

Foto, salah satu videotron yang terpasang mati di depan alun-alun 1 Jepara.

Global7.id – Jepara,

Hujan deras dalam sepekan terakhir membuat dua videotron di Kabupaten Jepara yang terpasang di taman depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta di depan Shopping Centre Jepara (SCJ) sebelah jembatan Kaliwiso, saat ini dalam kondisi mati.


 

Videotron berukuran 4×6 dan 3×5 tersebut yang didanai menggunakan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 4 Miliar. Dua Videotron tersebut hampir sekitar satu bulan tidak berfungsi. Hanya bagian layar bawah yang tampak menyala. Rusaknya videotron tersebut sempat menimbulkan berbagai pertanyaan publik, lantaran keberadaan videotron terbilang masih baru dipasang.


 

Dalam hal ini, banyak warga Jepara yang menyayangkan akan Videotron yang mati karena kena air hujan, salah satunya berkomentar, “Loh, piye iki harusnya videotron dibuat pasti menyiapkan anti air, seperti videotron yang ada di Senayan Jakarta itu, ” ucap Deni warga yang melintas di depan Videotron tersebut dipasang.


 

Perlu diketahui, mengutip dari berbagai sumber terpercaya, bahwa Videotron jenis outdoor pada umumnya tahan air, sedangkan videotron jenis indoor tidak:


 

1. Videotron outdoor (di luar ruangan)

Videotron outdoor dirancang untuk tahan air, debu, dan elemen cuaca lainnya, seperti hujan dan kelembaban. Videotron outdoor memiliki tingkat kecerahan yang tinggi agar konten tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari.


 

2. Videotron indoor (di dalam ruangan)

Videotron indoor tidak tahan air dan debu. Videotron indoor menggunakan lampu jenis SMD atau Surface Mount Device.


 

Bacaan Lainnya

Selain ketahanan air, kualitas pemasangan dan perawatan yang baik juga penting untuk memastikan videotron berfungsi dengan optimal dalam jangka panjang.


 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara sekaligus pihak yang menangani, Aris Setiawan menyampaikan bahwa rusaknya videotron karena sparepart-nya mengalami korsleting. Hal itu disebabkan karena terguyur hujan.


 

“Kalau informasi dari vendor, memang ada beberapa komponen yang ada dalam videotron alami korsleting, seperti sparepart sama sistem power-nya,” jelasnya, Rabu (18/12/24).


 

Aris mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak vendor untuk bisa segera dilakukan perbaikan. Seperti pengadaan perlindungan petir pada layar LED.


 

Sebab, kata dia, keberadaan videotron merupakan salah satu media penyebarluasan akses informasi kepada masyarakat.


 

“Untuk antisipasi, mungkin nanti akan ada penangkal petir agar tidak rusak. Kita cuma bisa menyampaikan saja, ” terangnya.


 

“Pemeliharaan yang berwenang di vendor, tidak ada sepeser pun APBD yang keluar untuk pemeliharaan videotron,” pungkasnya.

 


Terpisah, mengutip dari berbagai sumber bahwa harga videotron bervariasi tergantung pada tipe, merk, kualitas, ukuran, dan kelengkapannya. Berikut adalah beberapa contoh harga videotron:


 

1. Videotron indoor tipe P2.5 dengan ukuran 128×64 dijual dengan harga Rp17.875.000, –


 

2. Videotron indoor tipe P3 dengan ukuran 64×64 dijual dengan harga Rp10.400.000, –


 

3. Videotron indoor tipe P4 dengan ukuran 80×40 dijual dengan harga Rp9.374.999, –


 

4. Videotron indoor tipe P5 dengan ukuran 80×40 dijual dengan harga Rp8.960.000, –


 

5. Videotron outdoor tipe P4 dengan ukuran 6×4 dijual dengan harga Rp871.000.000, –


 

6. Videotron outdoor tipe P5 dengan ukuran 3×2 dijual dengan harga Rp191.000.000, –


 

Selain harga videotron, pembeli juga perlu mempertimbangkan biaya konstruksi, instalasi, dan panel listrik. Panel videotron yang menggunakan teknologi LED membutuhkan daya listrik yang besar, sehingga Anda perlu memperhitungkan biaya listriknya.***

 

Sumber: BS.

Pos terkait