Piye Iki, 2 Videotron di Jepara Mati

Foto, salah satu videotron yang terpasang mati di depan alun-alun 1 Jepara.

Global7.id – Jepara,

Hujan deras dalam sepekan terakhir membuat dua videotron di Kabupaten Jepara yang terpasang di taman depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta di depan Shopping Centre Jepara (SCJ) sebelah jembatan Kaliwiso, saat ini dalam kondisi mati.


 

Videotron berukuran 4×6 dan 3×5 tersebut hampir sekitar satu bulan tidak berfungsi. Hanya bagian layar bawah yang tampak menyala. Rusaknya videotron tersebut sempat menimbulkan berbagai pertanyaan publik, lantaran keberadaan videotron terbilang masih baru dipasang.


Dalam hal ini, banyak warga Jepara yang menyayangkan akan Videotron yang mati karena kena air hujan, salah satunya berkomentar, “Loh, piye iki harusnya videotron dibuat pasti menyiapkan anti air, seperti videotron yang ada di Senayan Jakarta itu, ” ucap Deni warga yang melintas di depan Videotron tersebut dipasang.


 

Perlu diketahui, mengutip dari berbagai sumber terpercaya, bahwa Videotron jenis outdoor pada umumnya tahan air, sedangkan videotron jenis indoor tidak:


1. Videotron outdoor

Videotron outdoor dirancang untuk tahan air, debu, dan elemen cuaca lainnya, seperti hujan dan kelembaban. Videotron outdoor memiliki tingkat kecerahan yang tinggi agar konten tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari.


Videotron indoor

Videotron indoor tidak tahan air dan debu. Videotron indoor menggunakan lampu jenis SMD atau Surface Mount Device.


Selain ketahanan air, kualitas pemasangan dan perawatan yang baik juga penting untuk memastikan videotron berfungsi dengan optimal dalam jangka panjang.

 


 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara sekaligus pihak yang menangani, Aris Setiawan menyampaikan bahwa rusaknya videotron karena sparepart-nya mengalami korsleting. Hal itu disebabkan karena terguyur hujan.

Bacaan Lainnya

 

“Kalau informasi dari vendor, memang ada beberapa komponen yang ada dalam videotron alami korsleting, seperti sparepart sama sistem power-nya,” jelasnya, Rabu (18/12/24).


 

Aris mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak vendor untuk bisa segera dilakukan perbaikan. Seperti pengadaan perlindungan petir pada layar LED.


 

Sebab, kata dia, keberadaan videotron merupakan salah satu media penyebarluasan akses informasi kepada masyarakat.


 

“Untuk antisipasi, mungkin nanti akan ada penangkal petir agar tidak rusak. Kita cuma bisa menyampaikan saja, ” terangnya.


 

Adapun untuk target perbaikan serta pemeliharaan ke depan, akan dilimpahkan kepada pihak vendor. Namun, pihaknya memastikan, kondisi videotron tersebut akan segera ditangani.


 

“Pemeliharaan yang berwenang di vendor, tidak ada sepeser pun APBD yang keluar untuk pemeliharaan videotron,” pungkasnya.***

Pos terkait