Dapur Makan Bergizi Gratis Berdarah, Pegawai Tega Habisi Rekan Kerja

Foto, ilustrasi Dapur Makan Bergizi Gratis Berdarah, Pegawai Tega Habisi Rekan Kerja

Global7.id – Palembang, 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Seorang pekerja dapur MBG di Palembang diduga tega menghabisi nyawa rekan kerjanya sendiri.

 

Pelaku bernama Andi (38), menyerahkan diri ke Polsek Ilir Barat I pada Selasa, 27 Januari 2026, atau lima hari setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

 

Korban diketahui bernama Wulandari (50), sesama pekerja dapur MBG yang bertugas sebagai tukang cuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plaju.

 

Kepala Polsek Ilir Barat I, Fauzi Saleh, membenarkan pengakuan pelaku.

 

“Pelaku datang ke rumah anggota kami dan mengakui sendiri perbuatannya sebelum dibawa ke kantor,” ujar Fauzi, Rabu (28/1/2026).

 

Motif Kesal Berujung Maut

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pembunuhan dipicu rasa kesal pelaku yang mengaku sering merasa diganggu korban. Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026.

 

Saat itu, Andi hendak menuju Desa Gaung Asam untuk mengembalikan terpal pinjaman. Namun korban memaksa ikut dan meminta dibonceng. Di tengah perjalanan, pelaku mengaku emosi karena korban terus memegang tubuhnya, meski ia sudah menyatakan berkeluarga.

Bacaan Lainnya

 

Emosi yang memuncak membuat pelaku menghentikan sepeda motor, menjegal korban, lalu mencekik leher korban menggunakan jilbab yang dikenakan hingga korban tewas di lokasi.

 

Jasad Dibuang di Kebun Nanas

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku meninggalkan jasad di semak-semak bekas kebun nanas di wilayah Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida, Kabupaten Muara Enim. Sepeda motor korban sempat dibawa hingga kawasan Lembak sebelum akhirnya ditinggalkan.

 

Pelaku kemudian kembali ke Palembang dengan menumpang kendaraan travel.

 

“Pelaku mengaku menyerahkan diri karena merasa tidak tenang setelah kejadian,” kata Fauzi.

 

Saat ini, Andi telah diserahkan ke Polres Muara Enim untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Warga Temukan Mayat dengan Jeratan di Leher

Sebelumnya, warga Desa Gaung Asam digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di semak-semak kebun nanas pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Kapolsek Lembak, Yopi Maswan, mengatakan korban ditemukan dengan jeratan di leher, helm, sandal, serta uang Rp2.000 di sekitar lokasi.

 

“Diduga kuat korban meninggal karena dibunuh,” ujarnya.

 

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Prabumulih untuk keperluan autopsi dan penyelidikan lanjutan.

 

Sorotan Keamanan Dapur MBG

Kasus ini kembali memunculkan sorotan serius terhadap keamanan, pengawasan, dan relasi kerja di dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis yang tersebar di berbagai daerah. Setelah rentetan kasus keracunan hingga konflik internal, publik kini menuntut evaluasi menyeluruh agar program strategis nasional ini tidak terus dibayangi tragedi.

 

G7/TMP

Pos terkait