Global7 – Jepara,
Mengingat akan Suntikan Vaksin yang pertamakali dilakukan pada Presiden Jokowi pekan lalu yang sampai sekarang terbukti aman, salah satunya pada Bupati Jepara yang sampai hari ke 5 sejak divaksin, Bupati Jepara Dian Kristiandi beserta jajarannya tidak merasakan dampak apapun bahkan beliau menuturkan kepada awak media saat wawancara singkat “saya tidak merasakan dampak atau efek negatif setelah 5 hari divaksin dari semua ceklist dampak yang mungkin munculpun tak ada satu pun dari daftar dampak/efek setelah divaksin, jadi masyarskat jangan khawatir atau ragu, karena sebelum divaksin akan diadakan dulu check up kesehatan, ada standart kondisi kesehatan untuk menerima vaksin yang intinya harus kondisi sehat dan belum pernah terinfeksi covid 19”, jelasnya.

Bupati Jepara menambahkan “Tentang berita berita dampak atau efek setelah divaksin itu masing masing orang mempunyai daya tahan berbeda beda, terutama faktor pshykologis. Terlebih lagi bagi yang takut dengan jarum suntik. Tahap awal baru mendapatkan 4400 vaksin dan kabupaten Jepara direncanakan mendapatkan 5500 vaksin jadi masih kurang 1100 vaksin. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa terus patuhi dan disiplin menjaga 4M, karena selesai atau tidaknya pandemi ini tergantung dari kita sendiri dalam mentaati anjuran pemerintah yaitu Prokes”, Tegasnya.
Bupati Dian Kristiandi juga menyampaikan “Bahwa lonjakan bagi yang terkonfirmasi covid sangat memprihatinkan dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat sendiri dan diantaranya kebijakan yang diambil Pemda yaitu sampling ke seluruh OPD, tempat keramaian, pusat perbelanjaan, ternyata banyak pengidap virus tanpa gejala yang akan andil dalam penyebaran karena dirinya tidak merasakan apa apa, namun setelah diswab ternyata hasilnya positif Covid-19”, Tuturnya.

Tentu saja akan berpengaruh pada lonjakan jumlah yang terkonfirmasi. Langkah ini diambil karena kita ingin meminimalkan ruang gerak para OTG agar tidak semakin banyak lagi menularkan kepada yang lain dan segera mendapat penanganan yang tepat oleh dinas kesehatan.
Awak media menyinggung tentang penggunaan anggaran Covid-19 dan diterangkan bahwa penggunaan anggaran Covid itu bukan semaunya tapi ada unsur APH yang mendampingi setiap penganggaran. Perlu diingat bahwa pandemi ini bukan hanya di Jepara atau Indonesia akan tetapi hampir di semua negara atau dunia, artinya ini beban kita bersama dan perlu kebersamaan dalam memerangi Covid yaitu dengan mematuhi Prokes.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap waspada, dalam beraktifitas harus taat 4M, minimal menjaga untuk dirinya sendiri dan bersyukur yang lain juga ikut selamat.***
Sumber : Kang Jhon










