BGN Hentikan Sementara Program MBG Selama Libur Sekolah, Fokus Audit dan Pembenahan Sistem

Foto, sppg di indonesia penyedia makanan bergizi gratis. /Foto: kompas

JAKARTA, Global7.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tahun 2026. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang bagi pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut.

 

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk melakukan audit terhadap seluruh dapur penyedia MBG sekaligus memperbaiki sistem tata kelola program.

 

“Momen libur sekolah kami gunakan untuk melakukan audit dapur penyedia MBG dan melakukan pembenahan sistem agar pelaksanaan program ke depan lebih efektif,” kata Agustina di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

 

Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Selain mendukung kesehatan anak, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

 

Meski mendapat dukungan luas, pelaksanaan MBG selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan distribusi makanan, kualitas layanan dapur, hingga validitas data penerima manfaat.

 

Dalam masa penghentian sementara ini, BGN akan memprioritaskan tiga langkah utama. Pertama, melakukan audit terhadap seluruh dapur penyedia makanan untuk memastikan kualitas, keamanan pangan, dan efektivitas operasional berjalan sesuai standar.

 

Kedua, memperbaiki sistem pendataan penerima manfaat melalui koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

 

Ketiga, melakukan evaluasi tata kelola program yang mencakup penguatan sumber daya manusia, sistem pengawasan, serta mekanisme pelaksanaan program secara keseluruhan.

Bacaan Lainnya

 

Sebelumnya, Komisi IX DPR RI juga sempat mengusulkan penghentian sementara MBG selama masa libur sekolah. Usulan tersebut dimaksudkan agar pemerintah memiliki kesempatan melakukan evaluasi terhadap efektivitas program, penggunaan anggaran, serta kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik.

 

BGN menegaskan penghentian sementara ini bukan berarti program dihentikan secara permanen. Setelah proses audit dan evaluasi selesai, MBG akan kembali dilaksanakan dengan sejumlah perbaikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan.

 

Pemerintah menargetkan hasil evaluasi tersebut dapat memperkuat keamanan pangan, meningkatkan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, memperbaiki akurasi data penerima manfaat, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia layanan.

 

Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai langkah evaluasi selama masa libur sekolah merupakan keputusan yang tepat. Menurut mereka, program berskala nasional memerlukan sistem pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan terhindar dari berbagai potensi permasalahan dalam pelaksanaannya.

 

Dengan pembenahan yang dilakukan selama masa jeda tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan lebih optimal saat kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.

 

G7/Qs

Pos terkait