Global7.id – Jepara,
Bantuan Sembako di Jepara Banyak Tak Tersalurkan, Ini Penyebabnya..
Keluhan masyarakat Jepara tentang bantuan sosial yang tidak didapatkan membuat kecemburuan sosial diberbagai wilayah.
Tahun 2024 lalu terdapat 120.547 bantuan yang didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Jepara. Namun, sekitar 1.972 bantuan tidak tersalurkan yaitu bantuan sembako dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).
Total bantuan di Jepara tersebut meliputi:
1. Ada 5.982 bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),
2. Ada 70.222 bantuan sembako,
3. Ada 44.333 bantuan combo atau menerima keduanya.
Yang di total 120.547 penerima manfaat.
Kepala Dinsospermades Kabupaten Jepara Edi Marwoto melalui Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Zulaekhah Almunawaroh menyampaikan terdapat ribuan bantuan yang gagal salur.
“Beberapa penyebabnya seperti meninggal, penerima manfaat merantau beserta keluarga, maupun penerima telah menjadi aparatur sipil negara, ” ungkapnya.
Disebutkan salah satu syarat mutlak mendapatkan bantuan tersebut ialah termasuk dalam daftar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Serta penentuannya didasarkan atas data sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.
Berbeda dengan bantuan beras, cadangan bantuan pangan (CBP) yang apabila keluarga penerima manfaat meninggal dunia atau merantau dapat dialihkan dan penerima BLT tidak dapat tergantikan.
“Kalau bantuan CBP bisa dialihkan dengan rekomendasi atau berita acara dari petinggi setempat. CBP di Jepara sendiri mencapai 1.268.855 jiwa dengan kuota tiap penerima 10 kilogram beras,” ucapnya.
Sementara itu, untuk BLT sendiri diterimakan setiap triwulan sekali. Di mana dalam setiap tahunnya terdapat empat kali penyaluran.
“Besarannya per bulan Rp 200 ribu, berarti dalam satu triwulan (3 bulan) Rp 600 ribu atau dalam setahun Rp 2,4 juta,” katanya.
Sedangkan jumlah untuk bantuan pada 2025 belum dapat dipastikan terdapat berapa penerima dan juknis.
“Mengenai data dinamis, dapat berubah-ubah. Berkaitan dengan kebijakan. Prakiraannya ya kurang lebih sama dengan tahun 2024 lalu, ” tutupnya.***
Sumber: RK.










